Rabu, Arya Mantan Bocah Obesitas Akan Jalani Operasi Gelambir

Kompas.com - 23/07/2019, 21:35 WIB
Arya Permana, bocah asal Karawang yang berat badannya sempat 192 kilogram, kini turun menjadi 85 kilogram saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Selasa (18/6/2019). Arya kini gemar berenang serta bermain sepakbola.
KOMPAS.com/FARIDA FARHANArya Permana, bocah asal Karawang yang berat badannya sempat 192 kilogram, kini turun menjadi 85 kilogram saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Selasa (18/6/2019). Arya kini gemar berenang serta bermain sepakbola.

BANDUNG, KOMPAS.com - Arya Permana (13), mantan bocah obesitas asal Karawang akan menjalani operasi gelambir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019).

Direktur RSHS R Nina Susana Dewi menjelaskan, Arya datang ke RSHS pada 17 Juli 2019 dengan keluhan kulit menggelambir. Saat ini berat badan Arya turun mencapai 80 kilogram.

"Rencana seandainya kondisinya baik, tanggal 24 Juli operasi," kata Nina saat konferensi pers persiapan operasi Arya, di RSHS Bandung, Selasa (23/7/2019). 

Baca juga: Dari Arya Permana hingga Sunarti, Ini Tiga Kasus Obesitas di Karawang

Nina menjelaskan, tim medis telah disiapkan dari tujuh departemen untuk menangani operasi tersebut.

Ketua tim Penanganan RSHS Dida Gurnida menjelaskan, Arya telah dirawat di RSHS selama tujuh hari untuk perawatan kulit dan kebersihannya.

Hal tersebut merupakan salah satu persiapan sebelum dioperasi. Menurutnya, saat ini kondisi Arya secara fisik normal dan baik.

"Semua dalam keadaan optimum, tidak ada masalah, Insya Allah," kata Dida.

Baca juga: Bobot Bocah Arya Permana Turun hingga 91 Kg, Ini Rahasianya

Ketua tim Bedah Plastik RSHS Hardisiswo Soedjana mengatakan, kulit gelambir timbul karena diet dan operasi pengecilan lambung. Berat badan Arya kemudian menyusut dengan cepat, sehingga gelambir muncul.

Kulit yang menggelambir ini dinilai mengganggu aktivitas Arya, serta secara estetik juga jelek.

"Di kamar operasi nanti kita bikin gambar desain, lalu bius pasien, setelah itu baru kita operasi, dimulai dengan posisi lengannya," jelasnya.

Operasi tahap pertama ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 jam. Tim dokter telah menyiapkan berbagai antisipasi ketika operasi dilakukan.

Operasi tahap pertama dilakukan oleh dua tim, tim pertama akan mengoperasi kulit di lengan kiri, tim kedua mengoperasi kulit di lengan kanan secara bersamaan.

"Sebelah kiri tiga, kanan tiga. Kita punya tujuh dokter," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X