Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Kompas.com - 23/07/2019, 20:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah asik bermain Englek bersama anak-anak saat peringatan Hari Anak Internasional di Grand Maerakaca, Semarang, Selasa (23/7/2019). Dok. Pemprov Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah asik bermain Englek bersama anak-anak saat peringatan Hari Anak Internasional di Grand Maerakaca, Semarang, Selasa (23/7/2019).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo punya cara unik untuk menarik perhatian masyarakat.

Saat memperingati Hari Anak Nasional di Grand Maerakaca, Semarang, Ganjar lebih memilih bermain engklek bersama anak-anak ketimbang pidato. 

Padahal saat itu, panitia telah mempersilakan Ganjar naik ke panggung, tapi ia justru menuju bawah panggung.

Pria berambut putih ini terlihat menggambar kotak-kotak di paving block dengan kapur tulis.

Baca juga: Ganjar Minta Peserta ASEAN Schools Games Utamakan Rajut Persatuan

Kendati gambar yang dibuat belum rampung, Ganjar meminta anak-anak yang mayoritas masih berstatus pelajar TK dan SD untuk maju mendekat.

“Ada yang tau gambar ini?” tanya Ganjar.

Anak-anak tersebut serentak menjawab, “Engklek!”

Salah satu siswa dari SD Terang Bangsa Yeski, Alputra Emas, kemudian diminta meneruskan gambar kota-kotak tersebut, hingga akhirnya menjadi tujuh kotak bersambung membentuk pesawat terbang.

Baca juga: Penuhi Keinginan Orangtua, Ganjar Pranowo Akhirnya Jadi Polisi, tapi...

Melihat hal tersebut, Ganjar begitu senang lantaran masih banyak anak-anak yang mengenal permainan tradisional di tengah kemajuan zaman.

Engklek sendiri merupakan permainan anak tradisional Indonesia yang biasanya populer di masyarakat pedesaan.

Umumnya, permainan tersebut dimainkan di atas sebidang tanah. Engklek dapat dilakukan sendiri maupun berkelompok.

"Sebenarnya ketika anak-anak berkumpul, mereka masih bermain permainan tradisional. Meskipun sekarang gadget sudah banyak, namun mereka tidak lupa dengan permainan ini, sehingga mereka punya kohesi dengan teman-teman seusianya," ucap Ganjar.

Menurut dia, pemerintah, lingkungan, dan orang tua berkewajiban menjaga keceriaan anak-anak tersebut.

Ia juga meminta para orang tua selalu memberi teladan yang baik, sekaligus menjadi benteng dari pengaruh negatif kemajuan teknologi.

Baca juga: Akhirnya, Setelah 25 Tahun Ganjar Bertemu Mbah Siti

"Hati-hati, ada banyak bahaya seperti narkoba, bullying, paham radikal yang ada di media sosial. Orang tua harus mengawasi itu," ujar politisi PDI-P itu.

Hak Anak dengan HIV/AIDS 

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar tak lupa menyoroti persoalan Anak dengan HIV/ AIDS (ADHA) di Jawa Tengah (Jateng).

"Merujuk data Kementerian Kesehatan RI, Jateng berada di peringkat empat yang memiliki jumlah ADHA terbanyak," ungkap Ganjar.

Adapun urutan tersebut terdiri dari Papua sebanyak 536 anak, Jawa Timur 421 anak, Jawa Barat 320 anak, Jateng 308 anak, dan DKI Jakarta 304 anak.

Baca juga: ADHA, Menantang Arus Deras Stigma HIV/AIDS

Berpijak pada data tersebut, Ganjar menegaskan, masyarakat perlu memberi kesempatan ADHA untuk bergaul dengan teman sebaya.

Selain itu, pemerintah dan orang tua wajib mendukung proses pengobatan ADHA.

Dengan begitu, para ADHA tetap dapat bersosialisasi, memiliki teman, tidak diasingkan, dan secara psikologis mereka merasa diterima.

"Tinggal dokter, orang tua, dan pemerintah menjelaskan pada anak-anak untuk tidak menjauhi mereka," kata dia. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Regional
PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Regional
Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Regional
Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Regional
Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Regional
Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Regional
Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Regional
Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Regional
Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Regional
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Regional
Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Regional
Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Regional
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya