KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

Kompas.com - 23/07/2019, 18:49 WIB
Di Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Non Aktif dan Kock Meng HADI MAULANADi Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Non Aktif dan Kock Meng

BATAM, KOMPAS.com - Tidak saja kediaman pribadi Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun dan ruang Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri yang digeledah KPK.

Pada hari yang sama, tim KPK juga melakukan penggeledahan di kediaman ajudan staf Gubernur Kepri nonaktif, Juniarto yang berada di kawasan rumah elite Angrek Sari 2 Batam Centre, Batam.

Hal ini dibenarkan Ketua Rukun Tetangga (RT) 003 RW 019 Kelurahan Baloi, Batam Centre, Batam, Agus Wibowo.

Melalui sambungan telepon selulernya, Agus mengatakan, sebelumnya ada pemberitahuan kepada perangkat RT untuk penggeledahan oleh KPK.

Baca juga: OTT Gubernur Kepri, BP Batam Akui Tak Alokasikan Lahan Piayu Laut

Rumah yang digeledah merupakan kediaman ajudan staf Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun.

"Setahu saya jabatannya ajudan, tapi tidak tahu juga sekarang," kata Agus melalui telepon, Selasa (23/7/2019).

Agus mengatakan, sepengetahuannya, Juniarto merupakan PNS di lingkungan Provinsi Kepri dan bertugas mendampingi Gubernur jika berada di Batam. Namun lebih dari itu, ia mengaku tidak mengetahuinya.

Proses penggeledahannya dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB.

Bahkan dari penggeledahan di kediaman Juniarto ini, KPK sama sekali tidak membawa barang bukti apa pun seperti yang dilakukan di beberapa TKP lain di Karimun dan Tanjungpinang.

"Tidak ada yang diamankan, hanya pemeriksaan biasa saja tadi," jelas Agus.

Tidak itu saja, saat penggeledahan berlangsung, Juniarto juga terlihat ada di rumah.

Sebab Juniarto diketahui baru saja siap menjalani operasi akibat penyakit yang dideritanya.

Ditanyai apakah akan ada penggeledahan susulan, Agus mengaku tidak tahu.

"Kalau itu saya tidak tahu, tadi saya dipanggil hanya sebagai saksi saja untuk proses penggeledahan mereka," pungkasnya.

Di lokasi yang berbeda, petugas KPK juga menggeledah ruko Kock Meng, pemegang izin prinsip pemanfaatan Ruang Laut, dengan register Nomor: 120/0797/DKP/SET yang ditandatangani langsung Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Penggeledahan dilakukan di Kompleks Nagoya City Centre Blok H Nomor 6, RT 002 RW 003, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Lubuk Baja, Batam.

Hanya saja pemeriksaannya tidak berlangsung lama, karena personel KPK yang diketahui berjumlah 5 orang hanya memeriksa sebentar di lantai 2 ruko tersebut.

Petugas KPK selanjutnya pergi meninggalkan ruko yang menjual suku cadang perkapalan tersebut.

"Tidak ada penggeledahan, hanya pemeriksaan saja," kata Willy, salah seorang pekerja di ruko tersebut, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: KPK Geledah 5 Lokasi Terkait Dugaan Suap Gubernur Kepri

Willy mengaku tim KPK hanya melihat seisi lantai dua dan bertanya tentang Kock Meng. Setelah itu tim KPK langsung berpamitan dan pergi.

Sebelumnya ruko tersebut pernah ditempati Kock Meng. Namun belakangan Kock Meng tidak lagi tinggal di ruko itu dan tidak diketahui tinggal di mana saat ini.

"Saya pernah dengar nama itu, dan kalau tidak salah pernah tinggal di ruko ini. Namun sekarang saya tidak tahu juga beliau tinggal di mana," jelas Willy.

Tidak saja Willy, bahkan tetangga sebelah ruko juga hampir rata-rata tidak mengenal Kock Meng.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X