Perjuangan Diah Pulangkan Ibunya yang Jadi TKW, Kirim Pesan ke Jokowi hingga Istri Ridwan Kamil

Kompas.com - 23/07/2019, 14:07 WIB
Diah Ardika Sari (28) anak Turini, dan Syiah (68) ibu Turini, menunjukan foto Turini, di rumahnya Desa Dawuan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jumat siang (19/7/2019). Mereka serta keluarga lainnya sangat bahagia mendengar kabar Turini yang akan segera dipulangkan dalam waktu dekat. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONDiah Ardika Sari (28) anak Turini, dan Syiah (68) ibu Turini, menunjukan foto Turini, di rumahnya Desa Dawuan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jumat siang (19/7/2019). Mereka serta keluarga lainnya sangat bahagia mendengar kabar Turini yang akan segera dipulangkan dalam waktu dekat.

CIREBON, KOMPAS.com - Diah Ardika Sari (28), putri pertama Turini, TKW yang terpisah selama 21 tahun dari keluarga, tak henti mengucap syukur. Diah merasa bahagia telah dipertemukan kembali dengan darah dagingnya. 

"Bahagia sekali. Sulit diungkapkan kata-kata. Intinya saya terus bersyukur Ibu kembali dengan sehat dan selamat," kata Diah, Senin (22/7/2019).

Diah sepakat dengan keluarga untuk tidak mengizinkan Turini apabila besok atau lusa terbesit kembali bekerja sebagai TKW di negeri orang.

Perjuangan Diah untuk dapat memulangkan Turini melewati proses yang panjang. Dia melakukan berbagai cara dan upaya agar ibunya bisa kembali.

Ada saat-saat Diah dan Turini merasa putus asa karena Turini tak bisa pulang akibat "dipenjara" di dalam rumah oleh majikan. Bahkan, Turini sempat mau bunuh diri jika ia tidak bisa pulang.

Baca juga: Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga Dipenjara Dalam Rumah

Saat Kompas.com menemui Diah di rumahnya, dua hari sebelum kepulangan Turini, Jumat (19/7/2019), Diah menceritakan awal keberangkatan ibunya, perasaan kehilangan, hingga perjuangan agar Turini bisa pulang.

Ibu rumah tangga ini memulai perjuangan setelah komunikasi dengan Turini terputus pada tahun 2012 silam. Diah sudah tidak mendapatkan kiriman surat dari Turini, begitupun sebaliknya surat dari keluarga di Cirebon tak pernah terbalas. 

Diah kemudian mulai mencari dan membuka berkas-berkas milik ibunya. Berdasarkan informasi yang dia dapat, Turini bin Madsari diajak kerja oleh tetangganya bernama Hasyim. Hasyim memberangkatkan Turini melalui sponsor PT Bhayangkara Batu Ampar Satu Condet, Jakarta Timur, akhir tahun 1998. Turini kemudian berkerja sebagai TKI di daerah Wudakh Dawadmi, Riyadh, Arab Saudi.  

Dia berusaha mencari informasi dari Hasyim. Namun ternyata Hasyim sudah meninggal. Bersama Syamsudin, ayah yang juga suami Turini, Diah menelusuri alamat sponsor yang memberangkatkan Turini, namun gagal karena perusahaan tersebut bangkrut. 

Diah tak menyerah. Ia bersama sanak keluarga lainnya terus mendatangi sejumlah pihak, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, kantor Imigrasi Cirebon, Badan Nasional Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Migrant Care, sejumlah media massa, serta lainnya. Semuanya, kata Diah, tak membuahkan hasil.  

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
Jual Ponsel Pakai Nama Jokowi dan Kaesang, Pria Ini Diringkus Polisi

Jual Ponsel Pakai Nama Jokowi dan Kaesang, Pria Ini Diringkus Polisi

Regional
Selain 8 Drum Avtur, Kursi dan Penutup Dek Kapal Panji Saputra Ditemukan

Selain 8 Drum Avtur, Kursi dan Penutup Dek Kapal Panji Saputra Ditemukan

Regional
Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati, 2 ASN Pemkab Mojokerto Dipanggil Bawaslu

Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati, 2 ASN Pemkab Mojokerto Dipanggil Bawaslu

Regional
Bangun 'Sister Village', Investor China Berinvestasi di Desa Sukajaya, Sukabumi

Bangun "Sister Village", Investor China Berinvestasi di Desa Sukajaya, Sukabumi

Regional
60.000 PJU Tenaga Surya Sasar Pedesaan di 24 Kabupaten/Kota di Jateng

60.000 PJU Tenaga Surya Sasar Pedesaan di 24 Kabupaten/Kota di Jateng

Regional
Gerakan #SaveBabi, Warga Tuntut Ganti Rugi atas Babi yang Mati di Sumut

Gerakan #SaveBabi, Warga Tuntut Ganti Rugi atas Babi yang Mati di Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X