Kompas.com - 23/07/2019, 13:17 WIB
Siswa SMK Ponpes Al Irsyad, Lombok Barat mengadukan nasib mereka ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Senin (22/7/2019) mereka tak bisa mengikuti PMB (Pebdaftaran Mahasiswa Baru) karrna sekolah tak mendaftarkan mereka mengikuti Ujian Nasional 2019. FITRI RSiswa SMK Ponpes Al Irsyad, Lombok Barat mengadukan nasib mereka ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Senin (22/7/2019) mereka tak bisa mengikuti PMB (Pebdaftaran Mahasiswa Baru) karrna sekolah tak mendaftarkan mereka mengikuti Ujian Nasional 2019.

MATARAM, KOMPAS.com-Hari Anak Nasional semestinya dirayakan dengan riang gembira dan penuh suka cita. Kesedihan justru dirasakan 19 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pondok Pesantren Al Irsyad, Desa Kebon Kongok, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Mereka kecewa karena tidak bisa mendaftar sebagai mahasiswa baru setelah gagal menjadi peserta Ujian Nasional tahun 2019.

Konflik internal di SMK mereka adalah penyebab utamanya. Karena tak ada kepastian mereka mengadu ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Fasilitas Kurang, 128 SMP di Kabupaten Manggarai Timur Ikut Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil

Ke-19 siswa SMK ini hanya berharap mendapatkan surat pindah sekolah, karena harapan untuk mengikuti ujian susulan pun kandas tanpa penjelasan yang memuaskan dari pihak Yayasan dan Kepala Sekolah mereka.

"Kami tak ingin yang lain, selain bisa melanjutkan sekolah. Tidak apa-apa kami mengulang di kelas 12 asal diberikan surat pindah. Kami takut di SMK itu tak ada kejelasan, kami trauma," isak Yuliani, salah seorang siswa.

Yuliani tidak sendiri, 18 rekannya yang lain juga menunggu tanpa kepastian.

Mereka mengaku tak mempersoalkan mengulang di kelas 12, asalkan bisa ikut ujian tahun depan atau tahun 2020 nanti.

Bersama orang tuanya, para siswa ini tak tahu lagi harus mengadu kemana. Mereka sadar tak akan bisa mengikuti PMB (Pendaftaran Mahasiswa Baru) setelah gagal mengikuti Ujian Nasional serta Ujian Nasional susulan tahun ajaran 2019.

"Ujian yang kandas membuat kami tak bisa mengejar harapan menjadi mahasiswa tahun ini. Mungkin ini ada hikmahnya," kata Yuliani yang bercita cita masuk Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram).

 Mastur, pendamping siswa dan orang tua siswa mengatakan, apa yang dialami para siswa ini adalah karena sengketa dalam internal yayasan SMK pondok pesantren tempat mereka menuntut ilmu. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X