Hasil Pleno Penetapan KIP Bener Meriah, Golkar dan PKB Terbanyak

Kompas.com - 22/07/2019, 19:08 WIB
Foto bersama Komisioner KIP Bener Meriah bersama unsur Forkopimda dan Para Pimpinan Partai Politik Peserta Pemilu 2019, Senin (22/7/201) di Aula Setdakab Bener Meriah. KOMPAS.com / IWAN BAHAGIA SPFoto bersama Komisioner KIP Bener Meriah bersama unsur Forkopimda dan Para Pimpinan Partai Politik Peserta Pemilu 2019, Senin (22/7/201) di Aula Setdakab Bener Meriah.

TAKENGON, KOMPAS.com - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bener Meriah resmi melakukan rapat pleno terbuka Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota DPRK Bener Meriah dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah 2019 di Aula Setdakab, Senin (22/7/2019) siang.

Hasilnya, Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat masing-masing 5 kursi anggota dewan.

Golkar berhasil menambah jatah kursi DPRK Bener Meriah, setelah pada periode 2014-2019 Golkar hanya mendapat 3 kursi. Sementara, PKB berhasil mendapat jatah setelah pada periode sebelumnya sama sekali tidak mendapat kursi.

Setelah penetapan, Ketua KIP Bener Meriah Khairul Akhyar menyampaikan apresiasinya kepada para pihak yang mendukung terlaksananya Pemilu 2019 berjalan lancar di daerah itu.

"Terima kasih saya ucapkan kepada warga Bener Meriah, Pengurus Partai Politik, pemerintah daerah, Kepolisian, TNI, atas semua jerih payahnya, berhasil menjaga perjalanan pesta politik ini. Alhamdulillah pada tahun ini kami menyelenggarakan tanpa ada gugatan sampai ke Mahkamah Konstitusi," ujar Khairul Akhyar kepada Kompas.com, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Fenomena Hujan Es Melanda Bener Meriah, Kampung Kedua Jokowi

Sementara itu, Partai Gerindra dan Hanura tetap konsisten pada Pileg kali ini dengan mendapat jatah 3 kursi. Jumlah tersebut sama dengan periode lalu.

Kemudian, Partai Demokrat mendapat 2 kursi di parlemen, setelah periode sebelumnya hanya mendapat jatah 1 kursi.

Adapun, parpol yang mendapatkan penurunan jumlah kursi dari periode sebelumnya antara lain Partai Nasdem dari 3 anggota menjadi 2 orang. Partai Amanat Nasional (PAN) kali ini harus kehilangan kursi, setelah periode lalu berhasil mendudukan 1 orang sebagai anggota dewan.

Nasib yang sama juga dialami Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang tak lagi memiliki anggota dewan di periode berikutnya.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Bener Meirah hanya mendapat 2 kursi. Padahal, periode lalu PDI Perjuangan mendapat 4 kursi dan mendapatkan jatah ketua dewan.

Sementara itu, untuk partai lokal Aceh, yakni Partai Nasional Aceh (PNA) berhasil mendapatkan dua kursi. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yang hanya mendapat perolehan 1 kursi. Partai Aceh (PA) justru sebaliknya, dari 3 kursi dewan periode lalu, tahun ini hanya mampu mengirim 1 orang calegnya menjadi anggota dewan terpilih.

Kemudian, Partai Daulat Aceh (PDA) justru kehilangan 2 kursinya yang berhasil diperoleh pada periode 2014-2019.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X