Rencana Bakar Ban Saat Unjuk Rasa Bikin Ricuh, Sejumlah Mahasiswa Diamankan

Kompas.com - 22/07/2019, 17:54 WIB
Sejumlah petugas kepolisian mengamankan seorang mahasiswa yang mencoba membakar ban saat berunjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bogor, Senin (22/7/2019). RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSejumlah petugas kepolisian mengamankan seorang mahasiswa yang mencoba membakar ban saat berunjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bogor, Senin (22/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Bogor diamankan anggota kepolisian saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bogor, Senin (22/7/2019).

Unjuk rasa yang awalnya berjalan kondusif itu tiba-tiba ricuh ketika beberapa pendemo mencoba membakar ban.

Petugas yang berjaga melakukan tindakan persuasif dengan melarang mereka membakar ban.

Namun karena larangan tersebut tak diindahkan, polisi langsung mengambil paksa ban bekas yang akan dibakar, termasuk bahan bakarnya.

Baca juga: Seorang Polisi di Makassar Terbakar saat Hentikan Aksi Bakar Ban oleh Mahasiswa

Pendemo yang tak terima dengan tindakan itu mencoba melawan. Aksi adu mulut hingga kontak fisik pun terjadi. Petugas juga menciduk beberapa pendemo untuk diamankan.

Kasubag Pengendalian dan Operasi (Dalops) Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Nurarifin menyebut, ada tiga orang pendemo yang diamankan.

"Izin (demo) sudah ada. Kita juga sudah imbau sebelumnya agar tidak bakar ban. Tiba-tiba, setelah orasi mereka mengeluarkan ban, bensin, dan korek api. Itu diamankan oleh anggota. Ternyata mereka tidak terima," ucap Nurarifin.

Dirinya menambahkan, akibat peristiwa itu, arus lalu lintas di depan Balai Kota Bogor yang berseberangan dengan Istana Bogor sempat macet.

Baca juga: Cegah Penggusuran, Warga Batam Bakar Ban

Ia juga menolak menyampaikan soal informasi adanya aksi pemukulan yang dilakukan anggota polisi kepada para pendemo.

"Yang jelas kami antisipasi. Daripada macet di depan, kita amankan bawa masuk ke sini (pos jaga). Soal pemukulan saya tidak tahu, saya enggak liat, jadi nggak tau persis. Yang jelas, yang tadi diamankan saya suruh bawa ke kantor untuk diperiksa," sebutnya.

Sementara itu, Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Dimastiko mengatakan, dalam aksi unjuk rasa itu, para pendemo menuntut agar Wali Kota Bogor menutup Imalaho Resto Bogor karena dianggap menyalahi izin operasional.

Pendemo juga meminta pihak kepolisian dan Pol PP untuk melakukan sidak ke lokasi tersebut karena diduga menjual minuman keras tanpa izin.

"Kita akan lakukan pendalaman lanjutan terkait Imalaho ini, soal perizinannya, termasuk edar minuman alkoholnya. Kita hanya bisa menjawab terkait konteks tuntutan mahasiswa. Kalau soal yang lain, silahkan tanya ke polisi," pungkas dia. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maling HP Pasien Positif Corona di Ruang Isolasi Jalani Rapid Test, Hasilnya...

Maling HP Pasien Positif Corona di Ruang Isolasi Jalani Rapid Test, Hasilnya...

Regional
Pelanggar PSDD di Timika, Dihukum Push Up hingga Jalani Rapid Test

Pelanggar PSDD di Timika, Dihukum Push Up hingga Jalani Rapid Test

Regional
Jumlah Kasus Meningkat Covid-19, Pemprov Maluku Kekurangan Analis Swab

Jumlah Kasus Meningkat Covid-19, Pemprov Maluku Kekurangan Analis Swab

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Mei 2020

Regional
14 Tahun Gempa Yogya: Kisah Warga Satu Dusun di Sleman Naik Truk Bantu Korban Gempa di Bantul

14 Tahun Gempa Yogya: Kisah Warga Satu Dusun di Sleman Naik Truk Bantu Korban Gempa di Bantul

Regional
Pamit Mencuci Baju, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas, Anaknya Hilang

Pamit Mencuci Baju, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas, Anaknya Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Mei 2020

Regional
Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak 20 Warung dan 2 Gudang Lobster di Pantai Payangan

Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak 20 Warung dan 2 Gudang Lobster di Pantai Payangan

Regional
Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

Regional
Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

Regional
Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

Regional
Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X