Kompas.com - 22/07/2019, 15:05 WIB
Kuasa Hukum Obby Frisman Arkataku (24) mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang terkait penetapan status tersangka kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Indonesia, Senin (22/7/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kuasa Hukum Obby Frisman Arkataku (24) mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang terkait penetapan status tersangka kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Indonesia, Senin (22/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Obby Frisman Arkataku (24) resmi mengajukan praperadilan terhadap Polresta Palembang ke Pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang, Senin (22/7/2019). Praperadilan terkait penetapan tersangka dalam kasus penganiayaan siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia.

Kuasa Hukum Obby, Suwito Dinoto mengatakan, penetapan status tersangka kepada Obby tidak sesuai prosedur, di mana barang bukti yang disertakan oleh penyidik tidak menguatkan kliennya sebagai tersangka.

"Penetapan tersangka harus ada bukti yang cukup. Tapi sekarang tidak ada bukti yang cukup. Kami minta polisi membebaskan Obby," kata Suwito usai mengajukan praperadilan.

Baca juga: 6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Suwito mengatakan, mereka melampirkan bukti-bukti berupa hasil keterangan saksi yang tak sinkron dengan hasil penyelidikan. Selain itu, surat penetapan tersangka juga ikut dilampirkan dalam berkas pengajuan praperadilan tersebut.

Suwito menilai, ada yang janggal dalam pernyataan polisi saat penetapan tersangka.

Suwito pun yakin dalam proses praperadilan nanti akan terbukti bahwa proses penyelidikan polisi yang telah menetapkan Obby tersangka tidak sah dan harus dibatalkan.

"Kami yakin apa yang kita ajukan ini ini benar. Bukan kami melawan pihak kepolisian, kami juga sebagai catur bangsa mengingatkan kepada pihak kepolisian, bahwa inilah aturan yang harus dijalani," kata Suwito.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Hotnar Simarmata membenarkan jika telah menerima gugatan tersebut.

"Sudah diterima, nanti akan segera di proses,"ujarnya.

Baca juga: Dibesuk Ibunya, Penganiaya Siswa SMA Taruna Minta Dibawakan Al-Quran

Diberitakan sebelumnya, Obby ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan DBJ (14) siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang.

Dalam hasil penyelidikan polisi, Obby diduga menganiaya korban lantaran tak mengikuti intruksinya ketika orientasi siswa berlangsung. Dari rekontruksi yang digelar, Obby memukul DBJ dengan menggunakan bambu buntu.

Selain itu, DBJ juga sempat ditarik tersangka dari belakang ketika sedang merayap. Akibatnya, tubuh DBJ pun terpelanting dan kepalanya terbentur aspal hingga menyebabkan korban tewas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X