Polisi Kebut Berkas Kasus Dugaan Penipuan Investasi Jamu Herbal yang Rugikan Rp 17 Miliar

Kompas.com - 22/07/2019, 12:28 WIB
Pelaku dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal, AF dibawa ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPelaku dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal, AF dibawa ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019).

 


KLATEN, KOMPAS.com - Polres Klaten terus mengebut berkas perkara kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal dengan tersangka AF.

AF merupakan pemilik PT Krisna Alam Sejahtera (KAS) yang bergerak di bidang distributor jamu dan obat herbal.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mengatakan, untuk melengkapi berkas perkara kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang tersebut, saat ini tengah dilakukan pendataan aset PT KAS.

Baca juga: Tersangka Penipuan Investasi Jamu Herbal Gunakan Rp 17 M untuk Kepentingan Pribadi

Pihaknya juga melakukan pendataan terhadap jumlah kerugian korban.

Sebab, korban penipuan berkedok investasi jamu herbal ini mencapai ribuan orang. Ditaksir jumlah kerugian lebih dari Rp 17 miliar.  

"Jangan sampai kita sudah P21 ternyata masih ada aset yang tercecer," kata Dicky, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (22/7/2019).

Pendataan aset tersangka AF tersebut dilakukan karena keinginan korban yang mengharapkan uang mereka kembali meski tidak sepenuhnya.

Baca juga: Kerugian Korban Penipuan Investasi Jamu Herbal Diduga Lebih dari Rp 17 M

Dicky mengatakan, dalam pemeriksaan, tersangka AF mengakui jika sebagian uang yang dihimpun dari mitra kerjanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Tersangka AF ini sudah menyampaikan ada beberapa barang yang dibeli dari uang hasil menghimpun dari masyarakat (korban)," terang dia.

Sebagian di antaranya digunakan untuk membeli kendaraan operasional.

"Dia (tersangka) bilang uangnya itu untuk membeli kendaraan operasional. Kami cek kemudian kami tanyakan tersangka (AF) memang ada yang digunakan untuk itu," kata Dicky.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X