Rasa Heran Evi, Caleg dengan Foto Terlalu Cantik yang Digugat ke MK

Kompas.com - 22/07/2019, 07:24 WIB
Caleg DPD Dapil NTB Evi Apita Maya  di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaCaleg DPD Dapil NTB Evi Apita Maya di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

 

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Nama Evi Apita Maya, calon anggota DPD RI Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor urut 26 kini menjadi buah bibir.

Evi 'diseret' oleh calon petahana pesaingnya pada kontestasi Pemilu 17 April lalu, Farouk Muhammad, ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dituding terlalu berlebih dalam mengedit foto dalam surat suara.

Menanggapi hal itu, Evi menyebutkan, pada saat melakukan kampanye, tidak ada satu pun yang protes perbedaan foto yang ada di stiker dengan wajah aslinya.

Baca juga: Gugatan Foto Terlalu Cantik yang Jadi Sengketa Pemilu

"Semenjak saya turun sosialisasi, saya juga membawa alat peraga kampanye (APK), di situ ada foto saya juga, ada stiker saya, tapi tidak ada satu masyarakat pun yang protes, 'kok beda dengan aslinya, kok ibu fotonya cantik, di asli jelek banget', tidak ada," kata Evi, saat dikonfirmasi Jumat (19/7/2019).

Evi menyebutkan, justru saat dirinya kampanye, banyak dari ibu-ibu yang mendukung dirinya agar bisa menang dalam pileg DPD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Justru banyak yang adik-adik pun, menyebut malah kelihatan dewasa fotonya, gitu saja komennya, malah ada yang minta ibu hamil untuk di pegang perutnya, ibu-ibu yang tua cium saya malah doain saya," imbuh Evi.

Evi mengungkapkan, foto itu diambil di studio pada bulan Agustus 2018 lalu.

"Foto di ambil tanggal bulan Agustus, detiknya, jam berapa, itu sudah ada di fotografernya," kata Evi.

Evi menilai, seorang calon tentu berkoordinasi dengan fotografernya agar membuat foto terlihat bagus. Dalam kasus fotonya, Evi menyebut hanya mengedit warna bajunya agar sedikit dinaikan menjadi hijau.

"Saya rasa setiap calon itu pasti ada koordinasi dengan foto grafernya, foto grafernya mengatur posisi supaya tidak kelihatan pecah, cuma hanya warna baju supaya dinaikan lebih hijau saja," kata Evi.

Baca juga: Ternyata Farouk Sudah Lama Protes Foto Evi yang Terlalu Cantik

Saat ini, Evi tengah menunggu hasil dari pengumuman MK, apakah kasusnya akan dilanjutkan atau tidak.

"Saat ini, kami masih menunggu keputusan MK apakah kasusnya akan dinaikan atau dilanjutkan atau tidak," sebut Evi.

Sebelumnya, Evi bersama tim kuasa hukumnya telah mempersiapkan segala bukti fakta jika nanti kasusnya akan dilanjutkan.

"Langkah-langkah sama seperti awal, sudah menyiapkan bukti, jawaban, yang menjadi termohon itu kan KPU, kan kami pihak terkait, tentunya kami akan sinkron, sama KPU, prinsipnya kami menyiapkan segala bukti sesuai dengan segala kaidah hukum," terang Evi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X