Trauma, Warga Halmahera Selatan Siang di Rumah, Malam Kembali ke Pengungsian

Kompas.com - 21/07/2019, 16:00 WIB
Masyarakat di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih bertahan di lokasi pengungsian, Minggu (21/07/2019) YAMIN ABDUL HASANMasyarakat di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih bertahan di lokasi pengungsian, Minggu (21/07/2019)

TERNATE, KOMPAS.com - Ribuan warga di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, masih bertahan di beberapa titik pengungsian, Minggu (21/7/2019), 

Pengamatan Kompas.com di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, hampir seluruh warganya yang berjumlah 750 jiwa masih bertahan di titik pengungsian. Mereka memilih tinggal di pengungsian karena masih merasakan getaran gempa susulan setiap hari.

"Masih takut karena masih sering terjadi gempa susulan, barusan juga ada gempa," kata Mina, salah satu warga yang mengungsi, Minggu.

Baca juga: Enam Hari Usai Gempa Halmahera, Aktifitas Sekolah Belum Normal

Di Balitata , banyak rumah warga yang hancur dan rumah retak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,2 yang terjadi di Halmahera Selatan, Minggu (14/7/2019).

Begitu pun di beberapa desa lainnya seperti Saketa, Cango dan Bumi Rahmat, Kecamatan Gane Barat, warga masyarakat yang tinggal disana terkadang masih berada di pengungsian.

"Di sini rumah yang hancur tidak banyak tapi banyak masyarakat mengungsi, siang banyak kembali ke rumah tapi malam tidur di pengungsian," kata Lutfi.

Baca juga: Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Komandan Korem 152 Babullah Ternate, Kolonel Inf Endro Satoto mengatakan, jumlah warga yang mengungsi sampai dengan saat ini yaitu 51.637 jiwa yang tersebar di beberapa kecamatan.

"Pengungsi ini tidak semua rumahnya rusak, tapi lebih ke efek psikologis. Mereka kalau siang turun ke rumah, malam tidur di atas (pengungsian)," kata Endro.

Rumah rusak kategori berat sebanyak 1.176 unit dan rusak ringan 1.558 unit. Sementara untuk korban yang meninggal dunia berjumlah delapan orang.

Untuk penyaluran bantuan ke 77 desa dari 11 kecamatan yang terkena dampak gempa,  dilakukan menggunakan jalur laut, darat, dan udara. Dari udara ada dua helikopter dari BNPB yang diperbantukan.

"Tidak ada kendala, ada kapal dari Kodam Pattimura, BUMN, Polda, Basarnas pemerintah serta dua heli MI dari BNPB," kata Endro.

Hanya saja saat ini yang butuh perhatian di lokasi pengungsian adalah masalah sanitasi karena rawan menimbulkan penyakit.

Mengatasi itu, direncanakan mulai besok akan dibangun MCK.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Sumbar Sambut 150 Turis China | Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Sumbar Sambut 150 Turis China | Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo

Regional
Khofifah Buka Opsi Pulangkan Mahasiswa Unesa dari Wuhan

Khofifah Buka Opsi Pulangkan Mahasiswa Unesa dari Wuhan

Regional
Khofifah: 12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Kondisinya Sehat

Khofifah: 12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Kondisinya Sehat

Regional
Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X