Fakta Baru Ayah Penganiaya Balita Penderita Gizi Buruk, Ikat dan Kurung Anak di Kandang Kambing hingga Ditangkap Polisi

Kompas.com - 21/07/2019, 15:55 WIB
Bocah DDS saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang. DDS didampingi ibunya Erni Lakusaba Dokumen IloBocah DDS saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang. DDS didampingi ibunya Erni Lakusaba

KOMPAS.com - Aparat Polsek Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang dilakukan Abraham Sabneno alias Bram (45) terhadap putrinya DDS (2), yang menderita gizi buruk.

Selain penganiayaan, Bram juga dilaporkan ke polisi karena mengancam akan membunuh istrinya, Erni Lakusaba.

Bram melakukan penganiayaan dan penyiksaan dengan dengan cara mengikat salah satu anaknya di pohon dan mengurung di kandang kambing.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap Bram di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (18/7/2019) malam.

Berikut fakta terbaru seorang ayah yang dengan tega menganiaya putrinya yang menderita gizi buruk:

1. Belum menikah sah

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Seran mengatakan, selama ini Abraham Sabneno alias Bram (45) tinggal bersama Erni Lakusaba, tanpa ada ikatan perkawinan yang sah.

"Keduanya selama kumpul kebo sejak tahun 1996 silam dan telah memiliki delapan orang anak,"ungkap Simon kepada Kompas.com, Kamis (18/7/2019) malam.

Baca juga: Memiliki 8 Anak, Pria Penganiaya Balita Gizi Buruk Belum Menikah Sah

 

2. Ikat dan kurung anak di kandang kambing

Ilustrasi penganiayaan anak-anak.Kompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan anak-anak.

Berdasarkan pengakuan Erni Lakusaba, lanjut Simon, kejadian penganiayaan terhadap anak-anak mereka kerap terjadi, namun Erni tidak pernah melapor karena takut terhadap pelaku.

"Untuk penganiayaan dan penyiksaan dengan cara pelaku mengikat salah satu anaknya di pohon dan mengurung di kandang kambing, menurut pengakuan Erni Lakusaba, memang betul dan sudah sering terjadi,"ungkap Simon kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2019) pagi .

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X