Diduga Pengeboran Minyak Ilegal, Lumpur Setinggi 30 Meter Menyembur di Muba

Kompas.com - 20/07/2019, 18:01 WIB
Ilustrasi minyak dan gas (migas) Thinkstock/iStockIlustrasi minyak dan gas (migas)

PALEMBANG, KOMPAS.com - Semburan lumpur setinggi 30 meter mendadak muncul di areal perkebunan warga yang berada di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin ( Muba), Sumatera Selatan.

Semburan lumpur tersebut diduga karena adanya aktifitas penambangan minyak ilegal yang dilakukan oleh warga.

Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir mengatakan, kejadian tersebut berlansung sejak Jumat (19/7/2019) kemarin. Tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun, kebun sawit milik warga terendam lumpur.

"Di lokasi, sekarang sudah diamankan Polisi dan TNI, Pertamina dan SKK Migas juga sudah datang untuk menutup lumpur tersebut. Iya informasinya begitu (pengeboran minyak ilegal)," kata Akhmad saat dihubungi, Sabtu (20/7/2019).

Baca juga: Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Menurut Akhmad, kejadian tersebut baru kali pertama terjadi. Ia tak mengetahui siapa pelaku pengeboran minyak tersebut.

"Polisi lagi mencari tahu siapa pelakunya. Kalau informasi yang kami dapat, lumpurnya tidak mengandung zat berbahaya," ujar Akhmad.

Sementara itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumsel Andi Arie menerangkan, dari laporan yang mereka terima, semburan lumpur tersebut tidak teridentifikasi mengandung gas H2S yang berbahaya.

"Hanya semburan lumpur dan bebatuan setinggi 20-30 meter," kata Andi.

Menurut Andi, Kontraktor Kontrak Kerjasama Migas (KKKS) yang terdekat dari lokasi semburan, yakni Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang dan Pertamina EP Aset I Jambi, telah meminta TNI dan Polri untuk segera menghentikan semburan tersebut.

Selain itu, ia meminta masyarakat memahami bahwa dalam proses kegiatan hulu migas dibutuhkan proses yang panjang dan memiliki risiko tinggi.

"Kami menekankan bahwa keselamatan harus diutamakan. Semua pihak agar memastikan bahaya tidak meluas, menghindari bahaya percikan api, memastikan warga untuk menjauhi daerah semburan demi keamanan lingkungan dan masyarakat," kata Andi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X