Dapat Pesan Lewat Mimpi, Istri Minta Tim SAR Hentikan Pencarian Suaminya

Kompas.com - 20/07/2019, 17:55 WIB
Regu penyelamat dari kantor Tim SAR Ambon mencari seorang penumpang KM Tidar bernama Arham yang hilang di Perairan Pulau Tiga, Maluku, Selasa (16/7/2019) FOTO KEPALA SAR AMBONRAHMAT RAHMAN PATTY Regu penyelamat dari kantor Tim SAR Ambon mencari seorang penumpang KM Tidar bernama Arham yang hilang di Perairan Pulau Tiga, Maluku, Selasa (16/7/2019) FOTO KEPALA SAR AMBON

AMBON, KOMPAS.com - Pencarian terhadap Arham, salah seorang penumpang KM Tidar yang terjatuh di laut saat berusaha menolong seorang penumpang bernama La Halimu yang mencoba melompat dari dek 7 kapal tersebut dihentikan tim SAR, Sabtu (20/7/2019).

Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin mengatakan penghentian pencarian terhadap Arham dilakukan atas permintaan dari istri korban, Rauda Bahalwan.

“Pencarian korban Arham resmi dihentikan hari ini. Penghentian pencarian atas permintaan istri korban sendiri kepada tim SAR,”kata Muslimin kepada Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Kasus Penumpang Lompat dari KM Tidar, Ini Tanggapan Dishub Maluku


Menurut Muslimin, istri korban meminta Tim SAR menghentikan pencarian terhadap suaminya itu lantaran sang istri telah mendapatkan pesan melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut, istri korban mengaku didatangi suaminya dan meminta agar tidak usah lagi mencarinya.

“Isteri korban mengaku kepada kami bahwa lewat mimpi dia didatangi suaminya, dan suaminya meminta kepada istrinya agar jangan lagi mencarinya karena tubuhnnya telah hancur,”ungkapnya.

Atas petunjuk tersebut, sang istri Rauda Bahalwan kemudian menyampaikan hal itu kepada tim SAR agar tidak lagi mencari suaminya. ”Mungkin karena alasan itulah istri korban ikhlas dan meminta pencarian dihentikan,” katanya.

Baca juga: Tim SAR Cari Satu Penumpang KM Tidar yang Tenggelam karena Ingin Menolong

Muslimin menjelaskan, hingga pencarian hari kelima Tim SAR gabungan dari Kantor SAR dan juga Polair Polda Maluku telah menyisir lokasi tempat jatuhnya korban di perairan Pulau Tiga hingga ke perairan Namlea, Pulau Buru. Namun, korban tidak juga ditemukan.

“Memang kondisinya tidak memungkinkan lagi ya, peluang menemukan korban juga sudah sangat tipis jadi kita langsung menerima saat isteri korban meminta penghentian pencarian,”katanya.

Arham diketahui merupakan Kepala Stasiun Radio Pantai Namlea, Distrik Navigasi Kelas I Ambon.

Dia terjatuh dan hilang di laut saat berusaha menolong La Halimu salah satu penumpang yang mencoba melompat dari dek 7 KM Tidar saat kapal tersebut sedang berlayar di Perairan Pulau Tiga, Maluku menuju Pelabuhan Ambon pada Senin (15/7/2019). (K54-12)

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X