Status KLB Hepatitis A di Pacitan Belum Dicabut, Ini Alasannya

Kompas.com - 20/07/2019, 17:33 WIB
Kepala dinas kesehatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur Eko Budiono, menunjukkan data perkembangan jumlah penderita hepatitis-A, di ruang kerja (20/07/2019)SLAMET WIDODO Kepala dinas kesehatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur Eko Budiono, menunjukkan data perkembangan jumlah penderita hepatitis-A, di ruang kerja (20/07/2019)

PACITAN, KOMPAS.com - Penetapan status kejadian luar biasa ( KLB) atas mewabahnya virus hepatitis A yang menjangkit ribuan orang di Pacitan, Jawa Timur, belum dicabut hingga kini, Sabtu (20/07/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono mengatakan, pencabutan status KLB tersebut menunggu hingga masa inkubasi terpanjang penderita sudah terlewati.

“Semoga tidak ada lagi penambahan kasus baru. Dan wabah hepatitis-A di Pacitan sudah bisa dikendalikan,” kata Eko.

Meski penularan virus hepatitis A di sejumlah wilayah Pacitan sudah bisa dikendalikan, namun penetapan status KLB belum dicabut.  Eko mengatakan, status KLB akan dicabut ketika masa inkubasi terpanjang pada warga yang terpapar hepatitis A sudah terlewati.


Sebagai acuan, status KLB akan dicabut apabila dua kali masa inkubasi terpanjang, yakni setelah 100 hari tidak ditemukan penderita baru. Namun, apabila ditemukan kembali kasus baru, maka status KLB akan bertambah panjang.

Baca juga: Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 1.068 orang, Tak Ada Kasus Baru

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan terus melakukan upaya memutus mata rantai penularan. Pihak dinas kesehatan bersama petugas dari masing-masing wilayah terdampak melakukan pendampingan dan sosialisasi terhadap penderita selama masa inkubasi.

Menurut Eko, tidak menutup kemungkinan akan muncul kasus baru warga yang tertular virus hepatitis A.  Sebab, pemberian klorin pada bak penampungan air baru menjangkau sekitar 90 persen dari total wilayah yang terdampak.

“Kami terus berupaya agar tidak ada penderita baru dan bersyukur, hingga saat ini tidak ada kasus baru. Yang saat ini masih menjalani rawat inap merupakan penderita lama,” ujar Eko.

Baca juga: Wabah Hepatitis A yang Serang 957 Warga Pacitan Diduga Bukan Hanya karena Air

Dari data terakhir yakni per 15 Juli 2019 lalu, jumlah total penderita hepatitis A sebanyak 1.142 orang warga.  Meski jumlah meningkat, sudah tidak ditemukan kasus baru sejak awal bulan Juli. 

“Kami menyuluh kepada masyarakat yang terpapar agar istrahat. Soalnya yang diserang adalah liver-nya,” imbau Eko Budiono.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X