Kapolda Sumsel Janji Ungkap Semua Pelaku di Balik Kematian 2 Siswa SMA Taruna

Kompas.com - 20/07/2019, 17:14 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli bersama Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah menggelar konfrensi pers terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan satu orang siswa SMA semi militer plus Taruna Indonesia tewas ketika mengikuti kegiatan orientasi, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli bersama Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah menggelar konfrensi pers terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan satu orang siswa SMA semi militer plus Taruna Indonesia tewas ketika mengikuti kegiatan orientasi, Senin (15/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli angkat bicara terkait kematian dua siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia yang diduga akibat dianiaya saat mengikuti kegiatan orientasi siswa.

Firli berjanji akan mengungkap semua pelaku yang terlibat kasus dugaan penganiayaan tersebut.

"Semuanya harus didukung bukti terlebih dahulu. Yang pasti kami akan kejar pelakunya, kami dalami siapa pelakunya," ujar Firli, Sabtu (20/7/2019).

Sebelumnya, saat salah satu siswa yakni, DJB (14) meninggal dunia, polisi telah menetapkan Obby Frisman Arkataku (24) sebagai tersangka tunggal. Penetapan itu setelah ditemukan alat bukti serta pengakuan dari para saksi.

Namun, untuk kasus kematian WJ (14), menurut Firli, penyidik akan melakukan penyelidikan lebih dulu untuk mencari bukti baru.

Baca juga: Pengakuan Korban Orientasi di SMA Taruna Palembang Sebelum Meninggal

Firli mengatakan, dalam proses penyelidikan akan terlihat siapa pelaku yang menewaskan WJ. Akan tetapi, polisi tak mau gegabah dengan mengambil kesimpulan bahwa pelaku yang menewaskan WJ sama dengan kasus DJB.

"Saya sudah dapat kabar bahwa yang korban dirawat juga meninggal tadi malam. Kami akan tindaklanjuti kasus tersebut," kata Firli.

Pihak keluarga WJ sebelumnya telah resmi membuat laporan ke Polresta Palembang, setelah putra dari pasangan  Nuraina (41) dan  Suwito (43) tersebut meninggal usai menjalani perawatan di rumah sakit RK Charitas Palembang, Jumat (19/7/2019).

Laporan itu tercatat dengan nomor LPB/1565/VII/2019/ SUMSEL/RESTA/SPKT. Dalam laporan yang dibuat oleh Dedi Heryansyah selaku kuasa hukum korban, pelaku diduga melanggar Pasal 76 huruf c jo Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X