Awak Kapal Produksi Timah Thailand Tenggelam di Laut Jebus

Kompas.com - 20/07/2019, 15:21 WIB
Tim SAR saat menyisir KIP Chun Sin 9 di Laut Jebus, Bangka Barat, Sabtu (20/7/2019). HERU DAHNURTim SAR saat menyisir KIP Chun Sin 9 di Laut Jebus, Bangka Barat, Sabtu (20/7/2019).

BANGKA BARAT, KOMPAS.com - Seorang awak kapal isap produksi (KIP) timah, Wilay Chainmuengchuan, dilaporkan hilang tenggelam di Laut Jebus, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.

Warga negara asal Thailand itu hilang dari KIP Chun Sin 9 pada Jumat (19/7/2019), sekitar pukul 16.00 WIB.

"Saat ini masih dilakukan pencarian. Tim gabungan menggunakan perahu karet," kata Kabid Operasi SAR Pangkal Pinang, Kornelis, kepada Kompas.com, Sabtu (20/7/2019).


Hingga kini belum diketahui penyebab pasti hilangnya awak kapal itu.

Namun, korban yang bekerja di bagian mesin diduga terpeleset dan jatuh dari badan kapal saat mesin keruk pasir timah beroperasi.

Baca juga: Polisi Periksa 5 Awak Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu

Kecelakaan kerja di KIP timah yang melibatkan WNA Thailand merupakan kali kedua terjadi dalam setahun terakhir di Laut Jebus.

Sebelumnya Boonma (55) yang bekerja sebagai koki, terjatuh saat memindahkan bahan makanan dari perahu ke KIP di tengah laut.

 Baca juga: SAR Hentikan Pencarian, 4 Awak Kapal Pencari Cumi Masih Dilaporkan Hilang



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

Regional
Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Regional
Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Regional
Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Regional
Harimau Muncul di Kebun Sawit Resahkan Warga

Harimau Muncul di Kebun Sawit Resahkan Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X