Kompas.com - 19/07/2019, 21:43 WIB

Para diplomat Afghanistan yang datang ke Maluku itu, kata Sialana, juga mengaku kaget karena ternyata ada banyak warga Hindu dan Budha serta aliran kepercayaan lainnya di Maluku.

"Mereka tercengang dengan melihat pemerintah yang tidak hanya memperhatikan Islamic Center dan Cristiani Center, tetapi pemerintah juga memperhatikan Katolik Center, Budha Center dan Hindu Center. Itu membuat mereka kagum karena pemerintah pusat tidak melepas tangan terhadap Maluku," ujar dia.

Baca juga: Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Menurut Sialana, kedatangan diplomat dari salah satu negara yang juga tercabik konflik itu tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Maluku, apalagi kedatangan mereka untuk belajar tentang membangun perdamaian dan bagaimana menyelesaikan konflik.

“Ini juga menjadi tantangan bagi kami di Maluku untuk jangan hanya menjadikan ini sebagai slogan, tetapi intinya harus mempertahankan dan mewujudkannya terutama untuk generasi penerus. Karena inti dari semua ini adalah toleransi, baik itu toleransi antarsesama komunitas beragama maupun toleransi bagi orang luar yang datang ke Maluku," ujar dia. 

Alasan pilih Maluku

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI, Dr Yayan GH Mulyana mengatakan, Maluku dipilih sebagai model pembelajaran penyelesaian konflik dan perdamaian dari para diplomat Afghanistan dikarenakan beberapa alasan.

Menurut Yayan, alasan pertama karena penyesaian konflik di Maluku dilakukan dengan cepat, serta cara penyelesaian konflik tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, namun juga atas keinginan masyarakat bawah.

“Jadi, dari bawah, tidak hanya dari pemimpin agama, namun juga dari pemimpin masyarakat, bahkan dari kalangan pemuda serta peran perempuan di dalam menyelesaikan konflik dan merawat perdamaian yang sudah tercapai,” ujar dia.

Yayan mengaku, cara penyelesaian konflik di Maluku yang terjadi dengan cepat menjadi catatan tersendiri bagi para diplomat Afghanistan tersebut, mengingat daerah mereka juga menjadi wilayah yang selalu dilanda konflik saudara.

"Penyelesaian konflik Maluku merupakan suatu mode yang sangat dihargai oleh teman-teman dari Afghanistan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari Maluku untuk penyelesaian konflik dan menciptakan keamanan," ujar dia.

Menurut Yayan, peran kearifan lokal yakni Pela Gandong sebagai warisan leluhur orang Maluku juga sangat berperan penting dalam penyelesaian setiap konflik yang terjadi dan selalu menjadi pemersatu di tengah masyarakat yang majemuk, baik itu secara etnik maupun agama.

Baca juga: Gempa Maluku Utara, Kesulitan Mulai dari Tenaga Medis hingga Makanan Siap Saji

"Tadi yang menarik perhatian mereka adalah keharmonisan di Maluku yang sudah menjadi DNA sejak zaman dulu, keharmonisan antaretnik dan antarpemeluk agama sangat dalam terstruktur, seperti saat saling membantu membangun rumah ibadah,” ungkap dia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.