Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kompas.com - 19/07/2019, 20:21 WIB
Warga Kecamatan Cisarua, Puncak Bogor, Essy Jumasih (55) menyiapkan jahe untuk menjaga kekebalan tubuh karena suhu dingin di Cisarua, Jumat (19/7/2019)Afdhalul Ikhsan Warga Kecamatan Cisarua, Puncak Bogor, Essy Jumasih (55) menyiapkan jahe untuk menjaga kekebalan tubuh karena suhu dingin di Cisarua, Jumat (19/7/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Warga Cisarua, Bogor, Jawa Barat, merasakan suhu dingin yang tidak seperti biasanya.

Suhu terendah yang dialami bahkan mencapai 16,4 derajat celsius.

Salah satu yang merasakan adalah Essy Jumasih (55), warga Kecamatan Cisarua.

Essy mengatakan, udara di Puncak Bogor terasa lebih dingin dari biasanya terlebih pada malam hari, bahkan udara yang berhembus terasa berbeda.


Ia pun heran lantaran pada siang hari suhu Puncak Bogor justru panas. Namun, ketika memasuki malam hari suhu udara berubah drastis menjadi dingin.

"Dingin banget mulai terasa jam 20.00 dan itu enggak seperti biasanya. Siang panas tetapi malamnya dingin banget, padahal kan puncak juga dikenal dingin tapi ini beda dengan bulan sebelumnya," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Yogyakarta Dingin, Warga Pakai Jaket Tebal hingga Minum Jahe Panas

Wanita paruh baya ini juga mengeluhkan suhu saat ini yang membuat kondisi badannya terasa kurang sehat dan lidah terasa pahit.

Mau tak mau ia harus selalu menyiapkan jahe ditambah gula untuk membuat badannya kembali fit.

"Sempat meriang padahal saya sudah lama di sini (Puncak Bogor), dan karena suhu dingin ini akhirnya tiap hari nyiapin jahe di gelas besar buat seharian. Siasanya saya juga enggak sampai segitunya (buat jahe)," tuturnya.

Senada dengan Essy, Mamat (47) penjaga villa ini menuturkan, bulan ini terasa lebih dingin terutama pada malam hari. Beruntungnya, suhu dingin ini tidak terlalu memengaruhi kesehatannya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X