Jaksa Banding Atas Vonis 4 Tahun Terhadap Pelajar 17 Tahun Kasus 26 Kg Sabu

Kompas.com - 19/07/2019, 19:41 WIB
Ms (17) seorang anak di bawah umur tersandung kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 26 Kilogram di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).RACHTA YAHYA Ms (17) seorang anak di bawah umur tersandung kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 26 Kilogram di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

KARIMUN, KOMPAS.com - Kasus Ms (17), seorang pelajar SMK di Jember, Jawa Timur, terlibat jaringan narkoba internasional asal Malaysia dengan barang bukti 26 kilogram sabu-sabu, memasuki babak baru.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Banding diajukan jaksa satu hari pasca-sidang putusan atau Jumat (12/7/2019) kemarin.


"Jaksa banding, sehari pasca putusan hakim, mereka langsung banding," kata penasihat hukum Ms, Ridwan, saat dihubungi, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Pelajar 17 Tahun Kasus 26 Kg Sabu Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Ridwan mengaku, tidak mengetahui alasan JPU mengajukan banding. "Bisa jadi itu sudah SOP mereka, saya tidak tahu juga," ujar Ridwan.

Sementara, pihaknya sendiri hingga batas akhir, tidak mengajukan banding. Ridwan beralasan hilang kontak dengan keluarga Ms.

"Saya lost contack dengan pihak keluarga," kata dia.

Hanya saja, saat sidang putusan sepekan lalu, pihak keluarga Ms sempat memberi sinyal kepadanya untuk tidak banding.

Keluarga khawatir banding malah akan menambah vonis hukuman bagi Ms.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X