Soal Kelanjutan LRT, Pemkot Bogor Siap Datangkan Trem dari Belanda

Kompas.com - 19/07/2019, 15:25 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat melakukan pertemuan membahas pembangunan stasiun akhir LRT Jabodebek, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat melakukan pertemuan membahas pembangunan stasiun akhir LRT Jabodebek, Senin (15/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera mendatangkan trem atau kereta khusus dalam kota sebagai penunjang transportasi pembangunan light rail transit ( LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, trem tersebut merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Belanda. Jika kajian teknis dan administrasi berjalan lancar, tahun depan kereta dalam kota ini bakal hadir di Kota Bogor.

"Kalau semuanya berjalan lancar, tahun depan bisa dikirim dari Belanda," kata Dedie, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Mimpi Bogor Punya LRT Segera Terwujud


Dedie menuturkan, dengan masuknya LRT ke Kota Bogor, pemerintah daerah akan mengupayakan membuat lintasan trem yang melewati Kebun Raya Bogor.

Menurut Dedie, ada 24 gerbong yang siap dihibahkan Belanda kepada Pemkot Bogor.

"Jadi ini harus nyambung, LRT kemana, trem kemana. Nah ini harus segera direncanakan," ucap Dedie.

Baca juga: Terminal Baranangsiang Bogor Jadi Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Ia menuturkan, selain murah, trem juga sangat cocok dipakai di jalanan Kota Bogor. Hal itu, berdasarkan rekomendasi salah satu perusahaan asal Perancis yang pernah berkunjung ke Balai Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

Dedie mengatakan, ada delapan titik stasiun trem yang rencananya akan dibangun, yaitu di Suryakencana, Mall BTM, Paledang, Alun-alun Bogor, Sempur, Lippo Keboen Raya, Rumah Sakit PMI, dan Baranangsiang.

"Ini akan dikaji terus persiapannya," sebut Dedie.

Sebelumnya, Pemkot Bogor bersama Badan Pengelola Trasnportasi Jabodetabek (BPTJ) sepakat membangun stasiun akhir LRT Jabodebek di Terminal Baranangsiang.

Penetapan stasiun akhir kereta api ringan terintegrasi itu juga mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2017 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan LRT Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X