Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Kompas.com - 19/07/2019, 14:42 WIB
Petugas PLN di wilayah Halmahera Selatan, Maluku Utara memperbaiki gangguan jaringan listrik di wilayah tersebut, Jumat (19/7/2019) Foto dok Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli MalawatRAHMAT RAHMAN PATTY Petugas PLN di wilayah Halmahera Selatan, Maluku Utara memperbaiki gangguan jaringan listrik di wilayah tersebut, Jumat (19/7/2019) Foto dok Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli Malawat

AMBON, KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 7,2 yang menguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, ikut berdampak pada jaringan dan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli Malawat mengatakan, gempa di wilayah itu ikut merusak bangunan sentral PLTD Gane Luar hingga menyebabkan terjadi gangguan pada jaringan listrik.

“Bangunan sentral PLTD Gane Luar mengalami kerusakan. Gempa juga menyebabkan keruskaan jaringan listrik dan gardu distribusi di wilayah-wilayah yang berada di titik pusat gempa dan yang terdekat dengan pusat gempa,” kata Ramli dalam keteranagn tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (19/7/2019).


Dia menyebut, terjadinya gangguan dan kerusakan sistem kelistrikan membuat listrik di wilayah tersebut padam. Meski begitu, kata dia, beberapa PLTD tidak mengalami kerusakan dan tetap beroperasi seperti biasa.

Baca juga: Gempa Maluku Utara, Kesulitan Mulai dari Tenaga Medis hingga Makanan Siap Saji

Ramli merinci, sistem kelistrikan yang mengalami gangguan pasca-bencana gempa berada di wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Saketa, antara lain di Kecamatan Gane Timur terdiri dari Desa Tanjung Jere, Tabahijrah, Matuting Tanjung, Matuting dan Bisui. Sedangkan di Kecamatan Gane Barat antara lain Desa Koititi, Cango, Saketa, Balitata dan Oha.

Dia menambahkan di Desa Balitata dan Desa Oha, terdapat gangguan pada 14 tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 4 buah Gardu Distribusi di mana pada tanggal 17 Juli dua hari lalu telah diperbaiki.

“Sedangkan untuk sistem kelistrikan Madopolo, terdapat 5 buah tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 3 buah tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR) yang miring dan 10 buah gardu distribusi mengalami kerusakan dan bisa dipulihkan pada 17 Juli lalu,” katanya.

Baca juga: Sebanyak 2.473 Rumah Warga Rusak akibat Gempa Maluku Utara

Sementara sistem kelistrikan di Jiko, Bacan dan Laiwui, hingga saat ini masih normal pasca-gempa. Sistem kelistrikan di Bacan dan Laiwui sempat mengalami padam sekitar 15-20 menit namun kemudian menyala kembali.

“Kami memohon dukungan dari masyarkat agar upaya percepatan pemulihan kelistrikan pada lokasi terdampak gempa di Halmahera Selatan ini dapat segera selesai," harapnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X