Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Kompas.com - 19/07/2019, 08:46 WIB
Kepala Desa Banyuasih, Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat Dadang tunjukkan berita acara kematian hewan ternak warga dari pihak terkait, Kamis (18/7/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com Aam AminullahKepala Desa Banyuasih, Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat Dadang tunjukkan berita acara kematian hewan ternak warga dari pihak terkait, Kamis (18/7/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Cerita mistis yang beredar di tengah masyarakat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terkait matinya puluhan domba di Kecamatan Tanjungkerta terungkap.

Sebelumnya, warga mengira hewan ternak domba milik mereka mati akibat serangan hewan ajag atau anjing hutan liar.

Baru-baru ini, warga juga diresahkan dengan beredarnya kabar mistis di balik matinya puluhan domba milik warga di Desa Gunturmekar dan Desa Banyuasih ini.

Tersiar rumor bahwa matinya hewan ternak warga ini akibat ulah mahluk halus.

Baca juga: Puluhan Kambing Mati Mendadak di Probolinggo, Tim Khusus Dibentuk

Menyikapi keresahan warga terkait penyebab kematian hewan ternak domba ini, Kepala Desa Banyuasih Dadang melaporkan kejadian ini kepada BKSDA Wilayah II Jawa Barat dan dokter hewan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang.

"Karena akhir-akhir ini banyak domba yang mati dan warga kami resah terkait penyebabnya, kami (desa) berinisiatif melaporkan hal ini ke pihak terkait (BKSDA dan dinas)," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (18/7/2019) siang.

Hasilnya, kata Dadang, setelah diperiksa pihak terkait, dari Dinas Peternakan dan Perikanan Sumedang menyatakan bahwa kematian hewan ternak domba itu disebabkan oleh serangan macan kumbang.

"Pernyataan itu tertuang dalam Berita Acara Kematian Ternak Nomor 524.3/021/VII/UPTD2019, ditanda tangani langsung oleh drh Mursjid Abdollah. Surat itu sudah kami terima hari kemarin (Rabu)," tuturnya.

Dadang menuturkan, dalam surat tersebut dinyatakan bahwa kematian domba akibat gigitan (suspek macan kumbang).

Kesimpulan yang disampaikan dokter tersebut diperkuat dengan hasil penelitian petugas BKSDA Wilayah II Jawa Barat yang menyebutkan, di sekitar lokasi kejadian banyak ditemukan jejak kaki macan kumbang.

"Diperkirakan macan kumbang yang habitatnya dari Gunung Tampomas turun ke wilayah permukiman warga. Penyebab turunnya macan kumbang ini dimungkinkan karena kehabisan makanan di habitatnya, sehingga turun gunung," sebutnya.

Baca juga: 25 Kambing Mati dalam 3 Hari, Diduga karena Hewan Buas

Dadang menyebutkan, wilayah Desa Banyuasih sendiri berada di kaki Gunung Tampomas, dengan jarak sekitar 1, 5 kilometer.

"Dengan adanya pengecekan ini, kami imbau warga tidak perlu lagi resah dengan hal-hal di luar nalar. Karena, penyebab kematian sebenarnya telah diketahui secara pasti. Jadi bukan karena ulah hewan ajag atau mahluk astral seperti informasi menyesatkan yang beredar di tengah warga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.