Pelaku Pelemparan Bom Molotov Magelang Belajar dari YouTube

Kompas.com - 19/07/2019, 05:11 WIB
Dua pemuda (baju tahanan biru) ditangkap Polres Magelang Kota diduga sebagai pelaku pelemparan molotov di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Kamis (19/7/2019).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Dua pemuda (baju tahanan biru) ditangkap Polres Magelang Kota diduga sebagai pelaku pelemparan molotov di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Kamis (19/7/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Dua tersangka sudah mempersiapkan aksi pelemparan botol berisi bahan bakar ( molotov) ke kantor Unit Laka Lantas dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang. Bahkan mereka membuat molotov sendiri melalui tutorial di Youtube.

"Saya belajar (membuat molotov) dari YouTube," kata Rohman Abdul Rohim (27), salah satu tersangka di hadapan petugas dan wartawan saat gelar perkara di Mapolres Magelang Kota, Kamis (18/7/2019).

Molotov yang dirangkainya terbuat dari botol kaca bekas sirup, sumbu, dan bahan bakar bensin. Dua molotov berhasil dilempar di dua lokasi di kantor unit laka lantas di Jalan Ikhlas dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang di Jalan Diponegoro.


Baca juga: Motif Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Magelang karena Sakit Hati

Rohman mengakui aksi tersebut adalah idenya karena tidak terima adiknya ditilang oleh petugas Satlantas Polres Magelang Kota.

Ia mengajak tersangka Putra Pamungkas alias Bedes (24) warga Kampung Tejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

"Saya dendam karena adik ditilang,” kata Rohman warga Kampung Rejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, itu.

Baca juga: Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang Dilempar Bom Molotov oleh Orang Tak Dikenal

Aksi serupa juga dilakukan tersangka Rohman dan Angga ke rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang beberapa saat setelah melempar ke kantor unit Laka Lantas, Rabu (3/7/2019) malam. Mereka menyasar rumah tersebut karena sakit hati dengan seorang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Magelang.

"Saat masa kampanye lalu, mereka terlibat perselisihan dengan seorang caleg. Mereka mengira caleg itu tinggal di rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang sehingga melempar molotov ke sana," ungkap Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Madhi.

Idham menyatakan saat ini dua tersangka sudah ditahan untuk proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. Mereka akan dijerat pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Sementara barang bukti pecahan botol kaca, sumbu dan sisa pembakaran saat ini masih diselidiki di laboratorium forensik Polri cabang Semarang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Regional
Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Regional
Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X