BBPOM Medan Gerebek Rumah Penyimpanan Ribuan Obat dan Kosmetik Ilegal

Kompas.com - 18/07/2019, 19:45 WIB
Beberapa bungkus obat dan kosmetik yang disita BBPOM Medan dalam penggrebekan di sebuah rumah di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, sore tadi, Kamis (18/7/2019). DewantoroBeberapa bungkus obat dan kosmetik yang disita BBPOM Medan dalam penggrebekan di sebuah rumah di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, sore tadi, Kamis (18/7/2019).

MEDAN, KOMPAS.com - Sebuah rumah di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, digerebek petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Kamis (18/7/2019).

Rumah tersebut diduga digunakan sebagai tempat menyimpan dan menjual produk-produk obat tradisional dan bahan kosmetik berbahaya.

Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya jual beli produk ilegal, mulai dari obat tradisional hingga produk kosmetik berbahaya.

"Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada produk yang dicurigai bermasalah di Jalan Garu III ini. Kami menemukan produk ilegal tersebut yang ada di gudang dan rumah seorang warga," kata Sacramento.

Baca juga: Ini Kosmetik dan Obat Ilegal yang Beredar di Pasaran

Sacramento menuturkan, dari penggerebekan itu, pihaknya berhasil mengamankan lebih dari 70 jenis produk obat tradisional dan produk kosmetik, dengan jumlah diperkirakan mencapai ribuan bungkus.

"Beberapa jenis obat-obatan yang kami amankan di antaranya adalah Teh Mahkota Dewa, Powder Datar Lollen, Collagen Plus, Greeng Jos Kopi Bapak, King kobra Oil dan Kopi jantan," kata Sacramento.

Sacramento menuturkan, dibutuhkan waktu lebih dari dua pekan bagi tim BBPOM untuk melakukan penyelidikan, guna memastikan apakah tempat yang menjadi sasaran benar untuk produk ilegal.

Pelaku awalnya hanya menjual jenis madu. Namun, belakangan pelaku mulai menjual obat-obatan ilegal dan kosmetik.

Baca juga: BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik dan Obat Ilegal di Balaraja

Sacramento menegaskan bahwa pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini, karena barang-barang yang diedarkan adalah barang berbahaya. Miaslnya, terdapat obat kuat yang efek sampingnya bisa menyebabkan kanker dan gangguan ginjal.

"Atas perbuatannya, pelaku bisa dijerat pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, dengan denda 1,5 miliar," kata Sacramento.

Sementara itu, laki-laki berinisial R (45) yang diketahui sebagai pemilik tempat tersebut mengakui bahwa dirinya sudah menjual produk-produk tersebut selama dua tahun.

"Saya sudah dua tahun jual obat-obatan. Memang selama ini saya enggak paham jual obat-obatan itu dan saya juga enggak memikirkan dampaknya kesana," ujar R.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X