Tiga Korban Tewas Bentrok Mesuji Dimakamkan, Mediasi Terus Berjalan

Kompas.com - 18/07/2019, 15:26 WIB
Aparat keamanan berjaga setelah terjadi bentrok antar dua kelompok warga di Register 45 Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019). TribunLampung/Endra ZulkarnaenAparat keamanan berjaga setelah terjadi bentrok antar dua kelompok warga di Register 45 Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019).

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Tiga korban meninggal dunia akibat bentrok warga di Kabupaten Mesuji telah dimakamkan.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arayad pemakaman dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

"Usai pemakaman, langsung diadakan rapat dan dalam rapat forum komunikasi pemerintah daerah (Forkompinda) akan membicarakan persoalan di Mesuji yang tidak pernah usai," kata Pandra pada Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Klarifikasi Polri: Tiga Orang Tewas dalam Bentrok Mesuji, Bukan Empat

Terkait kondisi terakhir di lapangan, menurutnya, kedua belah pihak masih saling menahan diri.

Kedua belah pihak masih mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan kayu.

"Saat ini sedang difasilitasi mediasi antarkedua belah pihak. Bahkan pembicaraan ini tidak hanya di tingkat provinsi saja tetapi akan diupayakan sampai tingkat nasional," katanya lagi.

Pascabentrok warga di sana, sebanyak 500 personel terdiri dari reserse, sabhara, intelijen, Polres Mesuji dan TNI mengamankan lokasi konflik.

Sebelumnya, terjadi bentrok antara kelompok masyarakat Mekar Abadi penghuni Register 45 dengan kelompok Mesuji Raya (Pematang Panggang) pada Rabu siang (17/7/2019).

Bentrok tersebut menimbulkan tiga orang korban jiwa dan sekitar 10 orang lainnya luka-luka.

Baca juga: 130 Personel Polda Sumsel DiKirim Cegah Bentrok Susulan di Mesuji Lampung

Keributan berawal sekitar pukul 11.00 WIB,  datang alat bajak yang melakukan pembajakan di lokasi KHP REG 45 pok Mekar Jaya Abadi.

Bajak tersebut melakukan pembajakan di areal tanah seluas setengah hektar milik Yusuf (41) penghuni Mekar Jaya Abadi.

Kejadian tersebut diketahui oleh warga kelompok Mekar Jaya Abadi kemudian warga memukul kentongan. Warga berkumpul kemudian mengamankan bajak tersebut sambil menanyakan atas perintah siapa melakukan pembajakan.

Tidak lama kemudian, operator bajak pulang namun datanglah sekelompok warga kelompok Mesuji Raya (Pematang Panggang) dengan membawa senjata tajam melakukan penyerangan terhadap warga pok Mekar Jaya dan mengamankan bajak tersebut.

Kelompok Mekar Jaya Abadi melakukan perlawanan sehingga menimbulkan korban.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Regional
Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Regional
Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Regional
Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X