130 Personel Polda Sumsel Dikirim Cegah Bentrok Susulan di Mesuji Lampung

Kompas.com - 18/07/2019, 14:37 WIB
Aparat keamanan berjaga setelah terjadi bentrok antar dua kelompok warga di Register 45 Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019). TribunLampung/Endra ZulkarnaenAparat keamanan berjaga setelah terjadi bentrok antar dua kelompok warga di Register 45 Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Polda Sumatera Selatan mengirimkan 130 personel gabungan ke ke perbatasan wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Lampung, untuk membantu meredam bentrok di Mesuji di Lampung.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, bentrok berdarah di wilayah Register 45 Mesuji Lampung, menyebabkan tiga warga Desa Mekar Jaya Kabupaten OKI tewas.

"Tiga orang meninggal warga OKI. Maka dari itu, personel gabungan yang diturunkan, diminta untuk meredam dari pihak keluarga korban agar tidak terjadi bentrok susulan," kata Supriadi, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Bentrok Mesuji Lampung, Ratusan Polisi dan Anggota TNI Berjaga di Lokasi


Supriadi menjelaskan, personel gabungan yang diturunkan tersebut terdiri dari Brimob Blitang 33 personel, Shabara Polres OKI 15 Personel, Polsek 20 personel, Intel 10 personel, Polsek Mesuji 22 personel, Reskrim Polres OKI 10 personel, Binmas 10 personel dan Kormail 10 personel.

Dari laporan yang diterima hingga Kamis siang, kondisi bentrokan di Mesuji sudah kondusif.

"Tokoh masyarakat sudah dikumpulkan, sekarang warga sepakat menjaga situasi kondusif. Kita harapkan tidak ada lagi bentrok susulan. Koordinasi Polda Sumsel dan Lampung masih terus berlangsung," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Bentrok di Mesuji Lampung yang Tewaskan 4 Orang

Sebelumnya diberitakan, bentrok antar dua warga desa terjadi lantaran salah paham dalam menggarap lahan.

Dikabarkan, warga Mekar jaya OKI, pada Rabu (18/7/2019) membawa mesin bajak masuk ke area lahan Register 45 yang terletak di wilayah Mesuji Lampung. Lalu digunakan menggarap lahan setengah hektare.

Setelah itu, warga Pematang Panggang masuk menanyakan atas seizin siapa menggarap lahan tersebut, sehingga terjadilah keributan.

Tidak berselang lama, warga Pematang Panggang datang membawa senjata tajam, sehingga bentrokan pun terjadi.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X