Pelaku Remas Dada Turis Lokal di Yogyakarta Adalah Penjual Cilok, Ini Pengakuannya

Kompas.com - 18/07/2019, 12:20 WIB
US, pelaku peremas dada turis asal Cilacap, saat berada di Mapolsek Kraton, Yogyakarta. Disampingnya berdiri Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti. KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAUS, pelaku peremas dada turis asal Cilacap, saat berada di Mapolsek Kraton, Yogyakarta. Disampingnya berdiri Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sebulan, aksi remas dada turis di Yogyakarta marak terjadi. Setelah sebelumnya dua turis asing jadi korban remas dada, kini korbannya adalah turis lokal asal Cilacap. 

Polisi menangkap pelaku remas dada turis lokal yakni US (29). Pelaku melakukan tindakan asusila itu  di daerah Ngasem, Kota Yogyakarta. Pelaku diketahui berpofesi sebagai penjual cilok. 

Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan tindakan asusila tersebut. 

"Motifnya apa masih kita dalami lagi," ujar Etty Haryanti, Rabu (17/07/2019). 

Etty Haryanti menyampaikan usai diamankan ke Mapolsek Kraton, pelaku US langsung dimintai keterangan.

Polisi juga menanyakan kepada US terkait alasan melakukan aksi tidak terpuji tersebut.

Baca juga: Dua Kali Pegang Dada Wisatawan Asing, Seorang Guru Honorer Ditangkap Polisi

Alasan teringat pacar

Kepada polisi, pria yang berprofesi sebagai pedagang cilok ini mengaku nekat melakukan aksinya karena teringat perempun yang dicintainya.

"Tadi malam saya tanya, dia itu mengaku terbayang-bayang pacarnya, lalu melihat korban," kata Etty. 

Etty menuturkan saat kembali dimintai keterangan pada pagi harinya, US justru menyampaikan alasan yang berbeda.

Pria asal Jember, Jawa Timur, ini mengaku hanya iseng karena tertarik setelah melihat korban.

"Jadi keterangan pelaku itu tidak konsisten," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wisatawan kembali menjadi korban aksi asusila.

Kali ini, korban merupakan wisatawan asal Cilacap, Jawa Tengah yang sedang berwisata di Yogyakarta.

Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial US (29) warga Jember, Jawa Timur.

US melakukan aksi memegang dada wisatawan tersebut saat korban berjalan bersama saudaranya di daerah Ngasem, Kota Yogyakarta usai berwisata di Malioboro.

Baca juga: Lagi, Aksi Pegang Dada Wisatawan Terjadi di Yogyakarta

Remas dada turis asing

Pelaku asusila dengan sasaran wisatawan asing  inisial SP saat di Mapolsek Mergangsan, Kota YogyakartaKOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Pelaku asusila dengan sasaran wisatawan asing inisial SP saat di Mapolsek Mergangsan, Kota Yogyakarta
Sebelumnya, aksi remas dada serupa juga terjadi di Gang Batik Prawirotaman, Kota Yogyakarta pada 13 Juni 2019 dan 29 Juni 2019. 

Pelaku merupakan guru honorer sekolah swasta di Yogyakarta berinisial SP (37), warga Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. 

Sasaran korban adalah turis asing.

Di dalam melancarkan aksinya, SP mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm full face.

Aksi pelaku menimbulkan keresahan warga sekitar sehingga melaporkannya ke polisi. 

Pada hari Senin (15/7/2019), anggota kepolisian dari Polsek Mergangsan menangkap pelaku saat akan kembali melakukan aksinya di Prawirotaman. 

Baca juga: Remas Dada Wanita, Seorang Pria di Gunung Kidul Ditangkap Polisi



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X