Pelecehan Turis Asing di Yogyakarta Berdampak, Pesanan Hotel Dibatalkan

Kompas.com - 18/07/2019, 11:00 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Warga di kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, merasa lega pelaku pelecehan dengan korban turis asing dapat diringkus. Sebab, kejadian tersebut telah meresahkan masyarakat dan berdampak pada kunjungan wisatawan.

"Dua kali kejadian itu memang berdampak," ujar Ketua Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman, Yogyakarta, Rina Indarti, Rabu (17/6/2019).

Baca juga: Lagi, Aksi Pegang Dada Wisatawan Terjadi di Yogyakarta

Rina menyampaikan, kejadian tidak terpuji tersebut berdampak pada turis asing yang akan datang. Ada beberapa turis asing yang membatalkan untuk menginap di hotel di daerah Prawirotaman.

Menurut Rina, mereka membatalkan menginap di kawasan Prawirotaman karena takut menjadi korban pelecehan.

"Pengusaha di Prawirotaman kan bekerja sama dengan travel di luar negeri. Nah, memberi informasi jika beberapa ( wisatawan asing) batal datang karena takut kejadian itu," kata Rina.

Baca juga: Dua Kali Pegang Dada Wisatawan Asing, Seorang Guru Honorer Ditangkap Polisi

Baca juga: Turis Asing dilecehkan, Kamera CCTV di Prawirotaman Diperbanyak

Peristiwa pelecehan yang terjadi di Gang Batik Prawirotaman, Yogyakarta, sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Video rekaman itu lantas diunggah di media sosial dan menjadi viral.

"Itu kan viral, nah mereka melihat video di media sosial. Saya juga prihatin, ada oknum yang menyebarkan karena dampaknya sangat negatif bagi Prawirotaman," ujar Rina.

Sementara itu, Djoko, salah satu warga Prawirotaman, mengakui kejadian pelecehan dengan korban turis asing yang terjadi dua kali sangat berdampak negatif.

"Dari kejadian pertama dan kedua, warga jelas resah. Itu kan memalukan dan mencemarkan Prawirotaman sekaligus Yogya," kata Djoko.

Pelaku pelecehan ditangkap pada Senin (15/7/2019). Pelaku diketahui berinisial SP, warga Seyegan, Sleman, dan berprofesi sebagi guru honorer. SP ditangkap karena dua kali memegang dada turis asing yang sedang berlibur di Yogyakarta.

"Saya selaku warga senang dan lega pelaku sudah tertangkap. Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti itu," kata Djoko.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Regional
Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X