Badan Heli yang Jatuh di Sawah Telah Dipindahkan ke Bandara Lombok

Kompas.com - 18/07/2019, 08:14 WIB
Kondisi Helikopter yang jatuh di Desa Kawo, Lombok Tengah, NTB, saat para warga menjadikan bangkai heli sebagai tontonan. Idham KhalidKondisi Helikopter yang jatuh di Desa Kawo, Lombok Tengah, NTB, saat para warga menjadikan bangkai heli sebagai tontonan.

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Helikopter milik PT Carpediem Air, tipe BELL 260 L4/PK CDV yang dikabarkan jatuh di Dusun Gilik, Desa Kawo, Lombok Tengah, Nusa tenggara Barat, Minggu (14/7/2019) lalu, saat ini bangkainya telah dipindahkan ke Lombok International Airport (LIA).

Humas Angkasa Pura I LIA, I Nyoman Siang membenarkan badan heli telah dipindahkan dan saat ini telah berada di LIA.

"Ya, memang benar, badan heli sudah dievakuasi dan saat ini telah di bandara (LIA)," terang Nyoman, Kamis (18/7/2019)

Baca juga: 5 Fakta Helikopter Jatuh di Sawah, Sempat Hilang Kontak hingga Warga Jauh-jauh Datang untuk Selfie

Menurut Nyoman, pihaknya hanya bisa memberikan keterangan sampai hasil pemeriksaan investigasi, untuk proses pemindahan dan tindak lanjut diserahkan ke pada pemilik heli.

"Kalau terkait badan pesawat selanjutnya mau diapakan, kami tidak tahu, kami serahkan selanjutnya itu ke pemilik heli, mau diapakan kami tidak tahu. Kami hanya sampai proses pemeriksaan atau investigasi kemarin," kata Nyoman.

Sementara itu, seluruh penumpang sudah diterbangkan ke Bali untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut dan pilotnya sudah kembali ke Jakarta.

"Kalau untuk korban penumpang heli telah dibawa ke Bali untuk mendapatkan perawatan selanjutnya, sementara untuk Kapten heli sudah kembali ke Jakarta," terang Nyoman.

Hilang kontak

Seperti diberitakan sebelumnya, helikopter milik PT Carpediem Air type BELL 260 L4/PK CDV dengan rute Ungasan- Lombok International Airport-Labuan Bajo-Lombok International Airport-Ungasan, disebutkan sempat hilang kontak sebelum melakukan pendaratan darurat.

"Dari teman-teman di tower menginformasikan, memang sempat kehilangan kontak, sehingga kami melakukan respons terhadap evakuasi," kata General Manager Angkasa Pura l Lombok International Airport (LIA) Jati Nugroho, Minggu (14/7/2019) malam.

Baca juga: KNKT: Tangki Helikopter yang Jatuh di Lombok Tengah Ditemukan Kosong

 

Helikopter sempat kehilangan kontak sekitar pukul 14.03 Wita. Helikopter hilang kontak tidak jauh dari area bandara, sekitar 4 kilometer dari pagar. Semula heli ini take off dari Ungasan, Bali, dan mendarat pada pukul 08:23 Wita di bandara Lombok, kemudian take off kembali menuju Labuan Bajo pada pukul 8.50 Wita.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X