Fakta di Balik Istri Bacok Suami, Kerap Diminta Berhubungan Badan hingga Alami Sindrom "Baby Blues"

Kompas.com - 18/07/2019, 05:25 WIB
Diduga pelaku Am (kiri kedua) didampingi petugas Polsek Cikidangb akan dibawa ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTODiduga pelaku Am (kiri kedua) didampingi petugas Polsek Cikidangb akan dibawa ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (15/7/2019).

KOMPAS.com - Maman (47), warga Sukabumi, Jawa Barat, mengalami sejumlah luka akibat dibacok istrinya, AM (43), Minggu (14/7/2019).

Warga Kampung Ciherang RT 010 RW 009 Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang itu mengalami luka bacokan kapak dan kini masih dirawat di RSUD Sekarwangi, Cibadak.

Aksi penganiayaan yang dilakukan Am terhadap suaminya Maman diduga dipicu kerap diminta berhubungan badan oleh suaminya.

Dari hasil yang dilakukan di RSUD Sekarwangi, Cibadak, korban mengalami depresi berat disebabkan baby blues syndrome atau sindrom pascamelahirkan.

Berikut fakta seorang istri bacok suaminya:

1. Sudah dua kali terjadi

IlustrasiKompas.com Ilustrasi

Kapolsek Cikidang AKP Sunarto menjelaskan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini sudah dua kali terjadi.

Pertama, pada Sabtu (13/7/2019) dini hari. Saat itu korban mengalami satu luka bacokan di atas telinga.

Namun, korban saat itu menutupinya. Kepada keluarga diakui bahwa lukanya itu disebabkan serangan orang tidak dikenal.

Selang sehari kemudian, korban yang sedang tidur kembali diduga mendapatkan serangan dari istrinya, Minggu (14/7/2019) sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca juga: Diduga Alami Depresi, Seorang Istri 2 Kali Bacok Suaminya

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X