Banding, Ahmad Dhani Minta Vonisnya dalam Kasus Vlog Idiot Dicabut

Kompas.com - 17/07/2019, 23:11 WIB
Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani tiba di Rutan Cipinang, Kamis (13/6/2019) pagi. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DTerdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani tiba di Rutan Cipinang, Kamis (13/6/2019) pagi.

SURABAYA, KOMPAS.com - Tim kuasa hukum terdakwa Ahmad Dhani mengaku telah memasukkan memori banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur, awal pekan lalu.

Dalam memori banding tersebut, Ahmad Dhani meminta hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur membatalkan putusan hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang memvonisnya hukuman 1 tahun penjara dalam perkara pencemaran nama baik melalui ' vlog idiot'.

"Memori banding sudah masuk Senin kemarin. Nomor tanda terimanya 275/akta Pid.Sus/PN Sby. Pokoknya kita minta hakim PT Jatim membatalkan vonis hakim PN Surabaya," kata Sahid, salah satu tim kuasa hukum Ahmad Dhani, saat dikonfirmasi Rabu (17/7/2019) malam.

Dalam memori banding tersebut, lanjut Sahid, juga dijelaskan beberapa alasan Ahmad Dhani meminta vonis hakim PN Surabaya dibatalkan.

Baca juga: Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara atas Kasus Vlog Idiot

Antara lain, hakim dianggap memotong pendapat ahli baik dari ahli pidana maupun ahli ITE.

"Pertimbangan hukum hakim dianggap tidak lengkap, karena tidak memuat secara utuh keterangan saksi-saksi dan terdakwa, juga bukti-bukti yang disodorkan," ujar dia.

Hakim juga dianggap keliru menerapkan hukum pembuktian, sehingga dalam menjatuhkan pidana dianggap tidak didasarkan pada ketentuan hukum acara pembuktian yang berlaku sebagaimana dalam aturan Pasal 183 KUHAP.

Sahid menilai, hakim keliru menerapkan pembuktian dakwaan tunggal Pasal 27 Ayat (3) UU ITE.

Hakim mengabaikan keterkaitan Pasal 27 Ayat 3 UU ITE dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor: 50/PUU-VI/2008 tertanggal 5 Mei 2009.

"Putusan MA menjelaskan, keberlakuan dan tafsir atas Pasal 27 Ayat (3) UU ITE tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pokok dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP, sebagai genus delict yang mensyaratkan adanya pengaduan (klacht) untuk dapat dituntut," ujar dia.

11 Juni lalu, Ahmad Dhani divonis 1 tahun penjara oleh hakim PN Surabaya dalam perkara pencemaran nama baik melakui 'vlog idiot'.

Ahmad Dhani dinyatakan melanggar Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

Baca juga: Saat Ahmad Dhani Kembali Ditahan di Rutan Cipinang

' Vlog idiot' dilakukan Ahmad Dhani November 2018 lalu di lobi Hotel Majapahit Surabaya.

Dia tertahan saat akan menghadiri deklarasi ganti presiden di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya.

Suami artis Mulan Jameela itu diadang oleh sekelompok massa agar tidak hadir di acara deklarasi ganti presiden.

Ahmad Dhani lantas membuat vlog untuk meminta maaf kepada panita penyelenggara deklarasi ganti presiden dan mengabarkan kepada massa yang menghadiri acara deklarasi ganti presiden jika dirinya tidak keluar dari hotel karena dihadang massa.

Dalam vlog itu, Ahmad Dhani menyebut massa yang menghadangnya dengan sebutan idiot. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

47 Santri di Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19

47 Santri di Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Kepepet Bayar Kontrakan, Pria Ini Gadaikan 11 Mobil yang Disewa

Kepepet Bayar Kontrakan, Pria Ini Gadaikan 11 Mobil yang Disewa

Regional
Buron 9 Bulan Kasus Penipuan Rp 270 Juta, Kades Ditangkap usai Rapat

Buron 9 Bulan Kasus Penipuan Rp 270 Juta, Kades Ditangkap usai Rapat

Regional
Ganjar Minta Kepala Daerah Tingkatkan Jumlah Testing Covid-19

Ganjar Minta Kepala Daerah Tingkatkan Jumlah Testing Covid-19

Regional
3 Perempuan Pencuri Pakaian di Distro yang Terekam CCTV Ditangkap

3 Perempuan Pencuri Pakaian di Distro yang Terekam CCTV Ditangkap

Regional
Polisi Bubarkan Hiburan Pesta Pernikahan yang Dihadiri 500 Orang di Sumenep

Polisi Bubarkan Hiburan Pesta Pernikahan yang Dihadiri 500 Orang di Sumenep

Regional
Gadaikan Motor Tetangga untuk Main Judi, Warga Kulon Progo Ditangkap

Gadaikan Motor Tetangga untuk Main Judi, Warga Kulon Progo Ditangkap

Regional
Inoscope, Teknologi Medis Inovasi RSSA Cegah Penularan Covid-19 Pada Tenaga Medis

Inoscope, Teknologi Medis Inovasi RSSA Cegah Penularan Covid-19 Pada Tenaga Medis

Regional
Seorang Ibu Tewas Setelah Gamis yang Dikenakan Tersangkut di Gir Motor, Begini Kronologinya

Seorang Ibu Tewas Setelah Gamis yang Dikenakan Tersangkut di Gir Motor, Begini Kronologinya

Regional
Prediksi Tsunami 20 Meter Jangan Buat Warga Panik, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan

Prediksi Tsunami 20 Meter Jangan Buat Warga Panik, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan

Regional
Positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali Tembus 812 Kasus

Positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali Tembus 812 Kasus

Regional
Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Regional
Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Regional
Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Regional
Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X