Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Palembang

Kompas.com - 17/07/2019, 19:17 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menunjukkan wajah pelaku Begal sadis yang ditembak mati polisi ketika berada di ruang kamar jenazah rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (17/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menunjukkan wajah pelaku Begal sadis yang ditembak mati polisi ketika berada di ruang kamar jenazah rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (17/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan menembak mati Samit alias Samik (35) yang merupakan spesialis begal. Samik terpaksa ditembak lantaran mencoba melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap petugas.

Samik diketahui telah beraksi sebanyak tujuh kali di beberapa wilayah Palembang. Semua korban pembegalan mengalami luka senjata tajam.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, mereka telah mendapatkan tujuh laporan dari aksi sadis pelaku ini. Namun, saat dilakukan penangkapan, Samik justru melawan petugas dengan menembakkan senjata api.

"Tembakan itu dibalas dan mengenai tersangka. Tersangka tewas ketika perjalanan ke rumah sakit," kata Supriadi saat berada di ruang kamar jenazah rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Begal Sadis Berusia 17 Tahun Ini Ditembak karena Coba Kabur

Supriadi mengatakan, polisi telah lebih dulu menangkap dua pelaku lain yang merupakan jaringan Samik. Keterangan dua pelaku tersebut membantu polisi mendeteksi keberadaan pelaku.

Menurut Supriadi, aksi terakhir yang dilakukan Samik yakni membobol salah satu rumah warga. Tiga motor milik korban pun dibawa kabur oleh pelaku.

"Mereka beraksi pada 7 Juli lalu di wilayah Palembang, 3 motor sekaligus dibawa oleh pelaku dari rumah korban," ungkap Supriadi.

Baca juga: Tersinggung, Pelajar Putri di Makassar Begal 2 Korbannya dan Kabur 58 Hari

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpian mengatakan, mereka akan terus mengupayakan tindakan pencegahan dengan membentuk tim Satgas.

"Tim ini nantinya akan terus melakukan operasi di wilayah rawan 3C (Curat, Curas,Curanmor), sehingga masyarakat akan terus merasa nyaman," ujar Yustan.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X