Ini Pengakuan Pelaku Penipuan Berkedok Penerimaan Poin Traveloka

Kompas.com - 17/07/2019, 19:10 WIB
Polda Kalbar menggelar konferensi pers terkait dugaan penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka di Mapolda Kalbar, Jumat (17/7/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTAPolda Kalbar menggelar konferensi pers terkait dugaan penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka di Mapolda Kalbar, Jumat (17/7/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Rusdi Hardanto (36), pelaku penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka mengaku belajar melakukan modus tersebut dari media sosial Facebook.

Menurut dia, sebelum meminta foto kartu tanda penduduk (KTP) dan foto diri pemilik KTP, dia telah mencoba sendiri membuat akun di Traveloka dan mengajukan pinjaman dana untuk membeli tiket pesawat dan kamar hotel.

"Saya belajar dari Facebook," kata Rusdi saat menjawab pertanyaan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019).

Rusdi mengaku telah melancarkan aksinya sejak Maret 2019. Hingga saat ini, uang hasil kejahatannya digunakan untuk pergi liburan dan berfoya-foya.


"Uangnya saya pakai liburan. Pergi foya-foya," ujar Rusdi.

Rusdi mengaku menyesal atas perbuatan penipuan tersebut.

Baca juga: Begini Modus Pelaku Penipuan Poin Traveloka yang Diungkap Polisi

Sebelumnya, polisi menangkap Rusdi yang diduga sebagai dalang kasus penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka yang melibatkan lebih dari 100 warga Kota  Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut polisi, modus penipuan yang dilakukan Rusdi dengan menggunakan KTP milik warga. Data KTP digunakan untuk membuat akun di Traveloka dan mengajukan pembelian tiket pesawat serta hotel secara kredit.

"Tiket-tiket pesawat dan hotel itu kemudian dia jual kepada warga melalui Facebook dengan harga yang lebih murah," kata Didi.

Dari transaksi selama beberapa bulan, Rusdi meraup untung lebih dari Rp 350 juta.

Baca juga: Saran OJK untuk Korban Penipuan Berkedok Penerima Poin Traveloka di Pontianak

Atas perbuatannya, Rusdi dijerat dengan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya 12 tahun penjara dan atau denda Rp 12 miliar.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X