Terduga Pelaku Penipuan Investasi Jamu Herbal Ditangkap di Bogor

Kompas.com - 17/07/2019, 18:49 WIB
Pelaku dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal, AF dibawa ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Pelaku dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal, AF dibawa ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019).

KLATEN, KOMPAS.com - Jajaran Polres Klaten, Jawa Tengah berhasil menangkap pelaku dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal, AF di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/7/2019) malam.

Pelaku AF yang juga merupakan pimpinan PT Krisna Alam Sejahtera (KAS) itu ditangkap setelah menjadi buron. AF bersama keluarganya diduga melarikan diri dan selalu berpindah tempat dengan membawa uang miliran rupiah yang diinvestasikan mitra kerjanya.

"Alhamdulillah, tadi malam yang bersangkutan kami amankan di SPBU Kawasan Bogor bersama keluarganya," kata Kapolres Klaten AKBP Aries Andi di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Penipuan Investasi Jamu Herbal di Klaten Rugikan Ribuan Korban, Total Rp 17 M


Pengejaran dilakukan polisi setelah mendapatkan laporan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dari warga yang merupakan mitra PT KAS.

Dari laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengamankan aset yang ada di PT KAS berlokasi di Jalan Ceper-Trucuk, Dusun Kiringan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Klaten.

"Statusnya kita naikkan ke penyidikan dengan tersangka tunggal sementara saudara AF," ujar Aries.

Baca juga: 5 Fakta Penipuan Investasi Jamu Herbal, Tergiur Untung Besar hingga Pelaku Dijerat Pasal Pencucian Uang

Menurut Aries, AF bisa dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang. Dengan begitu, paling tidak uang yang disetorkan mitra kerjanya bisa kembali.

Polisi juga akan menelusuri aliran dana yang dihimpun AF dari para mitra kerjanya. Hal itu untuk mencari tahu apakah uang tersebut diinvestasikan dalam bentuk lain atau dibelikan barang-barang.

Sebab, jumlah kerugian yang dialami para korban cukup besar. Ditaksir jumlah kerugian dugaan penipuan investasi jamu herbal tersebut mencapai Rp 17 miliar.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Regional
Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X