Begini Modus Pelaku Penipuan Poin Traveloka yang Diungkap Polisi

Kompas.com - 17/07/2019, 17:25 WIB
Polda Kalbar menggelar konferensi pers terkait dugaan penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka di Mapolda Kalbar, Jumat (17/7/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTAPolda Kalbar menggelar konferensi pers terkait dugaan penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka di Mapolda Kalbar, Jumat (17/7/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kasus penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka terbongkar. Kepolisian telah menetapkan Rusdi Hardanto (36), warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebagai tersangka.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, aksi penipuan Rusdi bermula pada Maret 2019. Saat itu, Rusdi membuat akun di Traveloka dan mengajukan pinjaman dana online melalui menu paylater dari Traveloka.

"Syarat untuk pengajuan pinjaman itu cukup dengan mengirimkan data identitas berupa foto KTP dan foto diri yang memegang KTP," kata Didi, Rabu (17/7/2019).

Setelah pinjaman atas nama dirinya berhasil, dia kemudian mengumpulkan lebih dari 80 warga selama Maret hingga Mei 2019. Dia meminta warga menyerahkan foto KTP serta foto diri dengan memegang KTP.

Warga yang menyerahkan KTP dan foto itu mendapat uang Rp 100.000.

Baca juga: Penipu Berkedok Penerimaan Poin Traveloka Dibekuk Polisi

Kemudian, dengan bermodal dokumen dan foto milik warga itu, Rusdi membuat akun-akun di Traveloka. Rusdi kemudian mulai mengajukan pinjaman tiket pesawat dan hotel.

"Rusdi juga menyiapkan satu kartu telepon seluler untuk mengonfirmasi pinjaman yang dilayangkan pihak bank kepada akun-akun yang dibuatnya," ujar Didi.

Selanjutnya, dari masing-masing akun yang dibuat itu akan ada poin-poin potongan harga. Kemudian Rusdi mengajukan pinjaman berupa pembelian tiket pesawat atau kamar hotel dengan limit Rp 1 juta sampai Rp 8 juta.

Tiket pesawat dan kamar hotel itu kemudian dijual dengan harga murah melalui promosi di Facebook. Misalnya, tiket seharga Rp 1,2 juta hanya dijual Rp 800.000.

"Dari transaksi selama beberapa bulan itu, Rusdi menuai untung lebih Rp 350 juta," kata Didi.

Atas perbuatannya, Rusdi dijerat dengan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya penjara 12 tahun dan atau denda Rp 12 miliar.

Kapolda memastikan, saat ini Rusdi masih pemeriksaan untuk mengetahui dugaan ada jaringan penipuan yang dia lakukan.

"Kepada selurub warga yang merasa jadi korban, disarankam membuat laporan kepolisian untuk dapat ditindaklanjuti lebih lanjut," tutupnya.

Sebelumnya, lebih dari 100 orang yang mengaku korban penipuan berkedok penerimaan poin Traveloka telah membuat laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat. Pelapor adalah mereka yang mendapat tagihan sejumlah uang, padahal tak pernah meminjam di multifinance.

Baca juga: 5 Fakta Penipuan Investasi Jamu Herbal, Tergiur Untung Besar hingga Pelaku Dijerat Pasal Pencucian Uang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X