Dampak Kemarau, Harga Cabai di Tasikmalaya Naik 300 Persen

Kompas.com - 17/07/2019, 15:46 WIB
Salah seorang pedagang cabai saat memeriksa dagangannya di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/7/2019) IRWAN NUGRAHASalah seorang pedagang cabai saat memeriksa dagangannya di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/7/2019)

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Harga cabai di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga fantastis sampai 300 persen.

Diduga, kenaikan harga cabai karena berkurangnya pasokan akibat dampak kemarau yang menyebabkan gagal panen dari kebun petani.

Harga normal cabai merah dan rawit saat ini mencapai Rp 80.000 per kilogram, lebih mahal dari harga normal yang hanya Rp 24.000 per kilogram.

Seperti dikatakan salah seorang pemilik kios besar cabai di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Zaitun (55). Menurutnya, harga cabai terus merangkak naik sejak musim Lebaran bulan lalu. Sampai hari ini, harga cabai sudah di angka Rp 80.000 per kilogram.

"Dari musim Lebaran terus naik, terus naik sampai hari ini. Sekarang Rp 80.000 per kilonya, padahal harga normalnya Rp 24.000," ungkapnya.

Baca juga: Harga Cabai Mahal, Pedagang Bakso Campur Sambal dengan Air

Sesuai informasi yang didapat Zaitun dari para pemasok, kata dia, harga cabai naik akibat pasokan kurang selama beberapa bulan terakhir. Hal ini diduga karena para petani banyak mengalami gagal panen akibat musim kemarau sekarang ini.

"Karena kemarau, jadi banyak petani gagal panen," kata dia.

Hal sama disampaikan pedagang grosir cabai lainnya di Pasar Cikurubuk, Darma (60). Ia mengatakan, harga Rp 80.000 merupakan harga penjualan kepada para pedagang pengecer lainnya. Harga di eceran bahkan mencapai Rp 100.000 per kilogram saat ini.

"Harga eceran mencapai Rp 100.000 itu sudah terjadi selama sepekan terakhir. Memang semua pembeli pada protes harganya naik tinggi. Tapi dikatakan ini dampak kemarau, mereka pun mengerti," tandas Darma.

Selama ini, pasokan cabai merah dan rawit ke Pasar Cikurubuk sudah berkurang. Bahkan, setiap harinya saat pemasok datang selalu berebut oleh para pedagang cabai grosiran. Dirinya pun biasa mendapatkan jatah setiap hari 1 ton, saat ini hanya mendapatkan 7 kuintal saja. 

"Sudah omzetnya kurang, harganya mahal, eh pembelinya pun berkuran juga. Rugi pasti kita," ujarnya.

Baca juga: Harga Cabai Naik 50 Persen Jadi Rp 60.000 Per Kilogram

Kenaikan harga cabai musim kemarau saat ini merupakan paling parah dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya harga tinggi seperti ini paling terjadi paling lama sepekan, dan belum pernah sampai sebulan lebih seperti sekarang.

"Ini naik harga cabai paling parah. Saya berharap ke pemerintah untuk segera turun tangan," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala Lapas Jambi Dikabarkan Sakit, Ini Penjelasan Kanwil Kemenkumham

Kepala Lapas Jambi Dikabarkan Sakit, Ini Penjelasan Kanwil Kemenkumham

Regional
Ini Kondisi Bayi 6 Bulan Pengidap Atresia Bilier di Sumut, Selalu Menangis Menahan Sakit

Ini Kondisi Bayi 6 Bulan Pengidap Atresia Bilier di Sumut, Selalu Menangis Menahan Sakit

Regional
12 Warga Sumedang Termasuk Murid SD Positif Covid-19

12 Warga Sumedang Termasuk Murid SD Positif Covid-19

Regional
Penangkapan Buronan Narkoba Digagalkan Warga, Mobil BNNK Digulingkan

Penangkapan Buronan Narkoba Digagalkan Warga, Mobil BNNK Digulingkan

Regional
Seorang Perawat RSUD Madiun Positif Covid-19, 67 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Seorang Perawat RSUD Madiun Positif Covid-19, 67 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Regional
Mengintip Penjamasan Keris Peninggalan Sunan Kudus di Masa Pandemi

Mengintip Penjamasan Keris Peninggalan Sunan Kudus di Masa Pandemi

Regional
Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Regional
Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X