Divonis 5 Bulan Penjara, Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Tinggal Jalani Tahanan 11 Hari

Kompas.com - 17/07/2019, 14:57 WIB
Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib tertawa usai divonis selama 5 bulan penjara dalam kasus pengrusakan barang milik warga di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/HIMAWANEks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib tertawa usai divonis selama 5 bulan penjara dalam kasus pengrusakan barang milik warga di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Eks panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib hanya akan menjalani masa tahanan selama 11 hari usai divonis selama 5 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar dalam kasus perusakan barang milik warga, Selasa (16/5/2019).

Pasalnya, vonis yang diberikan oleh majelis hakim bakal dikurangi dengan masa tahanan yang sudah dijalani Jafar selama penetapan tersangka hingga proses persidangan. Saat ini, Jafar sudah menjalani masa tahanan selama 139 hari. 


"Jadi perkiraannya kalau jaksa tidak banding berarti inkrah putusan itu 11 hari ustaz sudah bisa bebas, Kalau untuk 6 santri 1 bulan," kata penasihat hukum Jafar Umar Thalib, Achmad Michdan saat diwawancara di halaman PN Makassar. 

Baca juga: Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib Dituntut 1 Tahun Penjara

Achmad mengungkapkan, saat ini pihaknya menunggu langkah yang akan diambil jaksa penuntut umum.

Namun, ia berharap jaksa tidak mengajukan banding agar pimpinan Pondok Pesantren Ihya Ul Sunnah itu bisa secepatnya bebas.

Achmad mengungkapkan tuntutan jaksa penuntut umum sangat berat mengingat Jafar Umar Thalib beserta korbannya Henock sekeluarga telah saling memaafkan. 

"Karena Undang-Undang daruratnya (dakwaan kesatu) itu dihilangkan berarti ustaz sebenarnya tidak terlibat. Namun karena itu (yang merusak) santri-santrinya tetap ustaz dimintai pertanggungjawaban," jelas Achmad.

Baca juga: Hakim Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar memvonis eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib hukuman 5 bulan penjara dalam kasus perusakan barang milik warga di Koya Barat, Jayapura, Papua di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019).

Putusan ini sendiri dibacakan Ketua Majelis Hakim Suratno usai sidang diskors selama sekitar 45 menit saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutannya. 

Dalam amar putusan yang dibacakan Suratno, Jafar Umar Thalib turut dinyatakan bersalah dalam melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap barang meski Jafar tidak secara langsung melakukan perusakan barang tersebut. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X