Pencabulan 15 Santri, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Pimpinan Pesantren

Kompas.com - 17/07/2019, 14:47 WIB
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019) KOMPAS.com/MASRIADIKapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Armia, pengacara pimpinan pesantren dan guru dalam kasus pelecehan seksual 15 santri di Lhokseumawe, mengajukan penangguhan penahanan kliennya ke Mapolres Lhokseumawe.

Armia mengatakan, kedua tersangka tersangka berkomitmen untuk kooperatif mengikuti proses hukum. Bahkan tanpa dilakukan penahanan kedua tersangka dipastikan hadir setiap saat dipanggil penyidik.

“Penangguhan penahanan adalah hak setiap tersangka,” kata Armia, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Pimpinan Pesantren yang Cabuli Santri Dicoret dari Pengurus Yayasan

Dia menyebutkan, tersangka AI pertama kali diperiksa sebagai saksi dan memenuhi panggilan penyidik. Setelah itu, penyidik langsung menahan AI. Sedangkan tersangka MY diperiksa pada 4 Juli 2019 setelah itu diizinkan pulang.

“Kita kaget, tiba-tiba 8 Juli 2019, MY ditangkap di rumahnya sesaat setelah shalat zuhur. Padahal tanpa dilakukan penangkapan pun, MY pasti akan hadir apabila dipanggil. AI itu tidak ditangkap dalam arti sebenarnya. Langsung ditahan setelah diperiksa,” katanya.

Dia juga menyesalkan sikap masyarakat yang menyatakan seolah-olah kedua tersangka seperti monster, predator, dan sebagainya.

“Justru karena sebenarnya kedua tersangka jauh dari kesan itu, makanya kita yakin untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan,” terangnya.

Baca juga: Ini Fakta Baru Kasus Pencabulan Santri di Aceh, Korban Bertambah hingga Pimpinan dan Guru Pesantren Dijerat dengan Qanun

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang membenarkan telah menerima surat permohonan penangguhan penahanan kedua tersangka.

“Itu hak warga negara mengajukan penangguhan penahanan. Namun, sampai hari ini, Bapak Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta, tidak akan mengabulkan penangguhan penahanan itu. Pengabulan penangguhan penahanan sepenuhnya kewenangan Kapolres,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini, polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima di antaranya telah dimintai keterangan.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

Regional
Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Regional
Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X