Bukan akibat Gempa Bali, Ini Penyebab Ribuan Ikan Naik ke Daratan di Pantai Canggu

Kompas.com - 17/07/2019, 11:32 WIB
Berlakangan beredar video yang menunjukkan banyak ikan terdampar di Pantai Canggu, Badung, Bali di media sosial. Screenshot Instagram @tohir2347Berlakangan beredar video yang menunjukkan banyak ikan terdampar di Pantai Canggu, Badung, Bali di media sosial.

DENPASAR, KOMPAS.com — Warga Bali dihebohkan dengan peristiwa ribuan ikan jenis lemuru naik ke daratan. Peristiwa ini terjadi di pantai Batu Bolong, Canggu, Bali.

Spontan hal ini mendorong warga beramai-ramai mendatangi pantai tersebut untuk menangkap ikan.

Banyak juga yang kemudian mengaitkannya dengan gempa Bali magnitudo 6,0 yang getarannya terasa hingga Jawa Timur. 

Klian Banjar Canggu, Adi Ardika, saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (17/7/2019) mengatakan fenomena tersebut bukan akibat gempa Bali.


Warga setempat sesungguhnya sudah terbiasa dengan fenomena tersebut.

Baca juga: Pasca-gempa Bali, 23 Titik Kerusakan Terpantau di Badung, Paling Banyak di Kuta Selatan

1. Peristiwa tahunan, warga sudah terbiasa

Fenomena tersebut sering terjadi setiap tahun.

"Setiap tahun terjadi dari Juni sampai Agustus, volume (ikan) tahun ini memang lebih banyak," kata Ardika.

Dia menjelaskan situasi tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena sejumlah peselancar memasang lampu di pinggir pantai.

Tujuannya untuk penerangan saat berselancar malam hari.

Baca juga: Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Keberadaan lampu ini rupanya menarik perhatian ikan-ikan tersebut.

2. Ikan lemuru tertarik lampu peselancar

"Kami sudah konsultasi ke ahlinya, ikan jenis ini memang tertarik pada cahaya," ujarnya. 

"Begitu lihat sinar di pantai ikannya mendekat bersama gelombang, tapi begitu ombaknya surut ikannya malah tertinggal di pantai." 

Karena itu, Ardika menegaskan tidak ada kaitannya antara ikan yang naik ke darat dan gempa besar yang terjadi pada Selasa (17/7/2019).

"Perlu kami sampaikan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan gempa karena terjadi setiap tahun," ujarnya.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Kisah Miris Guru di Banten Tinggal di WC Sekolah Bersama Suami dan 2 Anaknya | Penyebab Gempa Bali

3. Warga diimbau utamakan keselamatan

Selain itu kepada warga, Ardika mengimbau untuk tidak ke pantai dulu sementara waktu, apalagi di malam hari.

Dia khawatir banyaknya orang yang datang untuk memburu ikan membuat warga berdesak-desakan dan mengabaikan keselamatan diri.

Selain itu pihaknya juga mengimbau pengelola usaha di sekitar pantai Batu Bolong untuk menurunkan intensitas cahaya agar tidak menarik perhatian ikan lemuru.

"Sekarang ombak sedang tinggi, kami berharap warga tidak ke pantai demi keselamatan," kata Ardika. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD: Pemerintah Berduka atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Mahfud MD: Pemerintah Berduka atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Regional
Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Regional
Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Regional
Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Regional
Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Regional
2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

Regional
Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Regional
Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Regional
Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Regional
'Aku Pegangan Batu tapi Arus Besar, Keseret, Kegulung, Kaki Terjepit'

"Aku Pegangan Batu tapi Arus Besar, Keseret, Kegulung, Kaki Terjepit"

Regional
7 Fakta Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, 9 Tewas, 1 Hilang, Gubernur Minta Pihak Sekolah Bertanggung Jawab

7 Fakta Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, 9 Tewas, 1 Hilang, Gubernur Minta Pihak Sekolah Bertanggung Jawab

Regional
Bupati Jember Deklarasi Maju pada Pilkada 2020 dari Jalur Independen

Bupati Jember Deklarasi Maju pada Pilkada 2020 dari Jalur Independen

Regional
8 Siswa Tewas, Kepala SMP Turi Mengaku Tak Tahu Kegiatan Susur Sungai

8 Siswa Tewas, Kepala SMP Turi Mengaku Tak Tahu Kegiatan Susur Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X