Korban Meninggal akibat Gempa di Maluku Utara Jadi Enam Orang

Kompas.com - 17/07/2019, 11:06 WIB
Ribuan warga di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih bertahan di pengungsian karena takut gempa susulan hingga rumah mereka roboh akibat diguncang gempa bumi, Selasa (16/07/2019) (Foto: Facebook/Enal Pardidu) KOMPAS.com/YAMIN ABDUL HASANRibuan warga di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih bertahan di pengungsian karena takut gempa susulan hingga rumah mereka roboh akibat diguncang gempa bumi, Selasa (16/07/2019) (Foto: Facebook/Enal Pardidu)

AMBON, KOMPAS.com - Korban meninggal dunia akibat gempa 7,2 magnitudo di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus bertambah.   

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat, hingga Rabu (17/7/2019), ada enam warga yang dinyatakan meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia akibat gempa di Halmahera Selatan mencapai 6 orang,” kata Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Warga yang meningal dunia yakni Aisyah (54), warga Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan. Kemudian, Aspar Mukmat (20), warga Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan.


Kemudian, Sagaf Girato (50), warga Desa Yomen, Joronga. Aina Amin (50), warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan dan Wiji Siang (60) warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan.

Kelima warga dilapokran meningal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa mengguncang wilayah terebut pada, Minggu (14/7/2019).

Sementara, satu warga lainnya yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi pengungsian teridentifikasi bernama Saima (90), warga Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur.

Baca juga: Dampak Gempa Maluku Utara Per Selasa: 971 Rumah, 6 Sekolah dan 3 Rumah Ibadah Rusak

Sejauh ini, kata Agus, bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat bagi para korban bencana. BNPB ikut mengirimkan  1 unit helikopter MI-8 untuk mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi.

“Bantuan yang dikirim seperti tenda keluarga dan barang lainnya. Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat Hercules,” ujar Agus.

Selain pengiriman via udara, BNPB telah mengirimkan dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan.

Menurut Agus, sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

Regional
Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

Regional
Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

Regional
Viral di Media Sosial, TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab Saudi

Viral di Media Sosial, TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab Saudi

Regional
Petugas Gunakan Sepatu dan Kayu Padamkan Kebakaran Lahan di Toraja

Petugas Gunakan Sepatu dan Kayu Padamkan Kebakaran Lahan di Toraja

Regional
2 Hari Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya, Warga Pilih Pindah ke Sumbar

2 Hari Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya, Warga Pilih Pindah ke Sumbar

Regional
Ini Pengakuan Istri dari Bandar Narkoba yang Ditembak Mati di Samarinda

Ini Pengakuan Istri dari Bandar Narkoba yang Ditembak Mati di Samarinda

Regional
Padamkan Api di Gunung Slamet, Personel Mesti Tempuh Jalan Kaki 8 Jam

Padamkan Api di Gunung Slamet, Personel Mesti Tempuh Jalan Kaki 8 Jam

Regional
Dua TKI Ilegal Asal NTT Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Sebabnya...

Dua TKI Ilegal Asal NTT Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Sebabnya...

Regional
Alami Mual dan Pusing, 64 Warga Denpasar Dilarikan ke Rumah Sakit

Alami Mual dan Pusing, 64 Warga Denpasar Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Polres Tulang Bawang Ringkus Perampok Spesialis Rumah Mewah

Polres Tulang Bawang Ringkus Perampok Spesialis Rumah Mewah

Regional
Coba Rebut Senjata Petugas Saat Kejar-kejaran, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Kepala

Coba Rebut Senjata Petugas Saat Kejar-kejaran, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Kepala

Regional
Kemarau, Pemkot Padang Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga

Kemarau, Pemkot Padang Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga

Regional
4 Kali Adian Napitupulu Bilang ke Jokowi Tak Punya Bakat Jadi Menteri

4 Kali Adian Napitupulu Bilang ke Jokowi Tak Punya Bakat Jadi Menteri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X