Polisi Tangkap Pembunuh Gadis Tionghoa yang Terjadi 4 Tahun Lalu

Kompas.com - 17/07/2019, 10:33 WIB
Pelaku pembunuhan gadis Tionghoa 4 tahun lalu akhirnya terungkap, pelaku dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Palopo, Selasa (16/07/2019) malamMUH. AMRAN AMIR S. HUT Pelaku pembunuhan gadis Tionghoa 4 tahun lalu akhirnya terungkap, pelaku dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Palopo, Selasa (16/07/2019) malam

PALOPO, KOMPAS.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil menangkap pelaku pembunuhan gadis Tionghoa, Olivia Setiani (21), yang terjadi pada April 2015 silam. Pelaku adalah Sutomo Thungadi (30), ditangkap di Jalan Tandipau, Kota Palopo, Selasa (16/7/2019) lalu.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban Olivia meninggal dunia itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPB/187/IV/2015/SPKT, tanggal 19 April 2015.

“Tersangka kini tengah diperiksa intensif di Mapolres Palopo, tersangka dijerat pasal 338 subs 351 ayat (3) KUHPidana tentang dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang,” ucapnya saat dikonfirmasi di Mako Polres Palopo, Rabu (17/07/2019) dini hari.


Baca juga: Tiga Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Hutan Blora Ditangkap

Untuk diketahui, kasus pembunuhan ini terjadi pada Minggu, 19 April 2015 pukul 09.15 Wita. Saat itu, pelaku datang ke rumah korban di Jalan Batara, dengan mengunakan satu unit sepeda motor merek Yamaha warna merah.

Kemudian pada pukul 10.00 Wita, pelaku keluar dari dalam rumah. Sementara korban sudah berlumuran darah dan badik menempel di leher.

Setelah itu, pelaku kabur ke arah jalan Opu Tosappaile, Kota Palopo.

Baca juga: Ini Penyebab Pembunuhan Siswa Taruna di Palembang Menurut Polisi

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X