Kompas.com - 17/07/2019, 09:49 WIB
Ilustrasi kejahatan siber ShutterstockIlustrasi kejahatan siber

BANDUNG, KOMPAS.com - Polrestabes Bandung, Jawa Barat, memburu seorang perempuan berinisial YHS yang telah menggelapkan uang sebesar Rp 2 miliar saat tersangka masih menjabat staf di PT Saritama Tarasindo Citra (STC). 

Selasa (16/7/2019) sore, tim kuasa hukum PT STC mendatangi Mapolrestabes Bandung guna mempertanyakan perkembangan pencarian YHS yang sampai saat ini masih buron.

"Respons positif pun sudah dinyatakan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung tadi, tersangka YHS akan dikejar mulai minggu depan," kata kuasa hukum PT STC, Marten Lucky Zebua di Mapolrestabes Bandung.

Dijelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2018 lalu. YHS diduga menggelapkan uang perusahaan distributor kopi itu senilai Rp 2 miliar dengan cara memanipulasi cash flow keuangan perusahaan.

"Tersangka sering menilap uang perusahaan karena berada di lingkup bagian keuangan," katanya.

Baca juga: Kasus Penggelapan Pegawai Pegadaian: Pakai Jaminan Emas Palsu hingga Terungkap Saat Sidak Pimpinan

Misalnya, kata Lucky, pembayaran yang seharusnya dibayar Rp 10 juta, jadi dibayar Rp 9 juta.

"Seringnya menilap, maka total kerugian yang tercatat senilai Rp 2 miliar," ucapnya.

Pihaknya mengaku, perusahaan belum melakukan audit di tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak menutup kemungkinan penggelapan ini tidak hanya terjadi pada tahun 2018 saja, dan nilainya pun bisa jadi lebih besar dari Rp 2 miliar.

Sayangnya, ketika YHS sudah ketahuan menilap sejumlah uang, dia berhasil lolos.

"Saat itu sudah dicegah untuk keluar kantor sama sekuriti, tapi tersangka lolos dibonceng pergi suaminya," katanya.

Baca juga: Oknum Polisi Bengkulu Diduga Gelapkan 18 Mobil

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Rifai mengatakan, YHS telah ditetapkan tersangka dan masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

"Saat ini kita mencari keberadaannya untuk dilakukan proses hukum, mulai minggu depan intensif akan kami lakukan pengejaran," kata Rifai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X