5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Kompas.com - 16/07/2019, 21:24 WIB
Ilustrasi penjara. The GuardianIlustrasi penjara.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan penahanan terhadap lima tersangka kasus tindak pidana dugaan korupsi pembangunan jembatan (DAK 2017) pada ruas jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

"Jadi hari ini kami melakukan penindakan hukum terhadap lima tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jembatan Cisinga Kabupaten Tasikmalaya, tahun anggaran 2017," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Anwarudin Sulistyo, di Kejati Jabar, Jalan RE Marthadinata, Kota Bandung, Selasa (16/7/2019). 

Kelima tersangka yang ditahan ini yakni pengguna anggaran (Kepala Dinas PUPR Kab Tasikmaya Tahun 2017) berinisial BA, PPK berinisial RR, tim teknis dan PPHP berinisial MM, serta dua orang pihak swasta berinisial DS dan IP. 

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

"Kenapa ditahan, ini untuk pelaksanaan penyidikan sesuai dengan KUHAP berwenang melakukan penahanan, karena sanggahan pasalnya di atas lima tahun dan syarat subyektif sudah kami dapati supaya tidak melarikan diri, tak menghilangakan barang bukti dan tidak mengulangi pidananya," kata Anwar. 

Ia mengungkapkan, pada tahun 2017, Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan pekerjaan pembangunan jembatan pada ruas jalan Cisinga Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai kontrak gabungan sebesar Rp 25 miliar. 

Namun, faktanya, pengerjaan pembangunan ini bukan dilakukan pemenang tender melainkan oleh pihak swasta lain yakni DS dan IP.  

Dalam pelaksanaannya, sengaja tiga kali addendum dengan tujuan untuk mengubah spesifikasi teknis yang sengaja tidak dikerjakan dengan benar oleh RR dan MM dan hal itu justru atas persetujuan dari BA.

"Dalam pembangunan jembatan ini ada permainan, yakni yang mengerjakan itu bukan pemenang (tender), dan pemenang hanya dipakai supaya terpenuhi spek kelas perusahaanya. Tapi, ini sudah diatur dari awalnya, ada suatu persengkokolan," ujar dia. 

Baca juga: KPK: Banyak Laporan Dugaan Korupsi dari Probolinggo

Adanya "permainan" dalam pembangunan jembatan itu, berdampak pada kualitas dan kondisi jalan tersebut. 

"Ini berpengaruh ke kondisi dan kualitas jalan. Mestinya urugannya sekian, tapi nyatanya sekian, harusnya bentangan baja sekian, tapi sekian," ujar dia. 

Berdasarkan laporan hasil observasi dan analisa dari ahli terdapat kerugian negara dari pekerjaan tersebut. "Kerugiannya Rp 4 miliar," kata dia. 

"Yang dilanggar itu pemeriksaanya, progres pelaksanaanya dimanipulasi. Yang fatal itu ada markup luar biasa di besi sampai hampir Rp 2 miliar. Dari kekurangan pekerjaan, urugan sekian dilaporkan sekian, dicairkannya sekian," imbuhnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Regional
Warga Sempat Dengar Teriakan 'Ya Allah' Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Warga Sempat Dengar Teriakan "Ya Allah" Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Regional
Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Regional
Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Regional
Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Regional
Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Regional
6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalbar untuk Dimakamkan

6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalbar untuk Dimakamkan

Regional
Disetop karena Tak Pakai Masker, Seorang Wanita Malah Marahi Anggota TNI

Disetop karena Tak Pakai Masker, Seorang Wanita Malah Marahi Anggota TNI

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Regional
Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Regional
Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan

Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan

Regional
Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Regional
Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Regional
Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Regional
Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X