Eks Panglima Laskar Jihad Tinggal Jalani Penahanan 11 Hari jika Jaksa Tak Banding

Kompas.com - 16/07/2019, 19:29 WIB
Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib saat hendak keluar dari Pengadilan Negeri Makassar usai divonis jalani hukuman 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019).KOMPAS.com/HIMAWAN Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib saat hendak keluar dari Pengadilan Negeri Makassar usai divonis jalani hukuman 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Eks panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib hanya akan menjalani masa tahanan selama 11 hari usai divonis selama 5 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar dalam kasus perusakan barang milik warga, Selasa (16/5/2019).

Sebab, vonis yang diberikan oleh majelis hakim bakal dikurangi dengan masa tahanan yang sudah dijalani Jafar selama penetapan tersangka hingga proses persidangan. Hingga saat ini, Jafar sudah menjalani masa tahanan selama 139 hari. 


"Jadi, perkiraannya kalau jaksa tidak banding berarti inkrah putusan itu, 11 hari ustaz sudah bisa bebas. Kalau untuk 6 santri 1 bulan," kata penasihat hukum Jafar Umar Thalib, Achmad Michdan, saat diwawancara di halaman PN Makassar, Selasa. 

Baca juga: Rusak Speaker, Eks Panglima Laskar Jihad Divonis 5 Bulan Penjara

Achmad mengungkapkan, saat ini pihaknya menunggu langkah yang akan diambil jaksa penuntut umum.

Namun, ia berharap jaksa tidak mengajukan banding agar pimpinan pondok pesantren Ihya Ul Sunnah itu bisa secepatnya bebas. 

Achmad mengungkapkan, tuntutan jaksa penuntut umum sangat berat mengingat Jafar Umar Thalib beserta korbannya Henock sekeluarga, telah saling memaafkan. 

"Karena undang-undang daruratnya (dakwaan ke satu) itu dihilangkan, berarti ustaz sebenarnya tidak terlibat. Namun, karena itu (yang merusak) santri-santrinya tetap ustaz dimintai pertanggungjawaban," ujar Achmad. 

Baca juga: Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib Dituntut 1 Tahun Penjara

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar memvonis eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib hukuman 5 bulan penjara dalam kasus perusakan barang milik warga di Koya Barat, Jayapura, Papua, di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019).

Dalam amar putusan yang dibacakan Suratno, Jafar Umar Thalib turut dinyatakan bersalah dalam melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap barang, meski Jafar tidak secara langsung melakukan perusakan barang tersebut. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X