Kasus OTT Gubernur Kepri, Warga Piayu Laut Bantah Adanya Reklamasi

Kompas.com - 16/07/2019, 19:00 WIB
Lokasi penimbunan untuk pembuatan lahan parkir yang luasnya hanya 80 X 50 m2. Dimana penimbunan ini digadang-gadangkan sebagai aktivitas reklamasi dengan luas 10,2 hektar HADI MAULANALokasi penimbunan untuk pembuatan lahan parkir yang luasnya hanya 80 X 50 m2. Dimana penimbunan ini digadang-gadangkan sebagai aktivitas reklamasi dengan luas 10,2 hektar

Baca juga: Fakta Kasus Gubernur Kepri: Suap Izin Reklamasi, Uang Pecahan Asing, hingga Ditahan KPK

David juga mengakui awalnya memang ada seseorang atas nama Kock Meng yang mendatangi dirinya dan memberitahukan kalau yang bersangkutan memiliki izin atau dokumen untuk pemanfaatan lahan ini.

Dimana ada 2 dokumen yang ditunjukan Kock Meng, dokumen pertama izin prinsip pemanfaatan Ruang Laut, dengab diregister Nomor : 120/0797/DKP/SET.

Izin itu sendiri langsung diteken oleh Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si, Selasa, 7 Mei 2019.

Baca juga: OTT KPK di Kepri Terkait Izin Lokasi Reklamasi

Dokumen Kock Meng

Dokumen kedua adalah denah lokasi lampiran izin reklamasi, dengan judul Peta Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut atas nama Kock Meng dengan tujuan untuk Pengembangan Pariwisata dengan Membangun Rumah Kelong di Perairan Pesisir dan Laut Tanjung Piayu Kota  Batam.

Bahkan dokumen kedua ini diteken langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Edi Sofyan yang kini juga ditetapkan sebagai tersangka olah KPK.

"Di dokumen itu luas peruntukan lahan yang akan ditimbun 6,2 hektar atau sekitar 6000 m2, namun dimana titik dan lokasinya, sampai saat ini tidak jelas keberadaannya dan yang kami tahu hanya lokasi yang saat ini kita berdiri," terang David.

"Kami hanya tahu lahan di bibir laut itu untuk warung ikan bakar terapung, layaknya beberapa restoran sea food yang ada di kampung tua Piayu Laut ini," katanya menambahkan.

Baca juga: OTT Gubernur Kepri, Warga Piayu Laut Bingung Abu Bakar Disebut Pengusaha

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X