Korban Meninggal akibat Gempa di Maluku Utara Bertambah Jadi 4 Orang

Kompas.com - 16/07/2019, 18:14 WIB
Warga berada di luar rumah mereka setelah terjadinya gempa di Labuha, Maluku Utara, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,2 terjadi sekitar pukul 16.10 di 62 kilometer sebelah timur laut Labuha, Maluku Utara. AFP/STRWarga berada di luar rumah mereka setelah terjadinya gempa di Labuha, Maluku Utara, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,2 terjadi sekitar pukul 16.10 di 62 kilometer sebelah timur laut Labuha, Maluku Utara.

AMBON, KOMPAS.com - Korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, bertambah menjadi empat orang.

“Untuk data sementara korban meninggal dunia itu empat orang. Itu data sementara,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Sudarto, kepada Kompas.com, saat dihubungi dari Ambon, Selasa (16/7/2019).

Namun, Sudarto tidak menyebut secara rinci identitas keempat korban tersebut, termasuk juga lokasi ditemukannya para korban serta desa tempat tinggal korban.

Baca juga: 5 Fakta Baru Gempa Magnitudo 7,2 di Maluku Utara, 3 Orang Tewas hingga 971 Bangunan Rusak

Dia mengatakan, saat ini, ada beberapa kecamatan yang belum didata seluruhnya, baik untuk kerusakan rumah warga, mau pun pendataan para korban.

Dia mencontohkan di Kecamatan Gane Timur dan Gane Barat mislanya, ada banyak rumah yang roboh saat gempa terjadi, namun saat ini pendataan di dua kecamatan itu belum rampung dilakukan.

Menurutnya, dua kecamatan tersebut sangat dekat dengan titik gempa dan dari laporan yang diterima kondisinya sangat parah.

“Laporan yang kami terima dua kecamatan itu kondisinya sangat parah, banyak rumah-rumah warga yang roboh, tapi di sana itu banyak desa yang tidak punya sinyal, desa-desa di sana sangat sulit dijangkau,” ujar dia.

Dari data terakhir yang diterima, gempa bermagnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan menyebabkan 3 orang meningal dunia, 971 rumah warga mengalami keruskaan parah.

Baca juga: BMKG Sebut Gempa di Bali Tidak Berkaitan dengan Maluku Utara

Selain itu, gempa juga menyebabkan 6 sekolah dan tiga rumah ibadah, serta dua jembatan ambruk.

Menurut Sudarto, data jumlah kerusakan rumah warga dan fasilitas umum lainnya masih bisa saja bertambah karena beberapa kecamatan sampai saat ini belum terdata.

"Mungkin saja rumah warga yang rusak bisa lebih dari 1.000 karena ada beberapa daerah yang belum terdata. Termasuk juga korban luka dan jiwa, karena belum semua didata, desa-desanya berjauhan dan sulit dijangkau,” ungkap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar 'Disita'

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar "Disita"

Regional
'Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil'

"Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu' | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

[POPULER NUSANTARA] "Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu" | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

Regional
Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Regional
Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Regional
Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Regional
Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Regional
Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Regional
Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Regional
Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Regional
Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Regional
Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Regional
Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X