KPK Sebut Banyak Laporan Korupsi di Probolinggo, Ini Tanggapan Wali Kota dan Ketua DPRD

Kompas.com - 16/07/2019, 17:00 WIB
Ketua DPRD Rudi Ghaffur menyambut baik roadshow KPK di Kota Probolinggo, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/A. FAISOLKetua DPRD Rudi Ghaffur menyambut baik roadshow KPK di Kota Probolinggo, Selasa (16/7/2019).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Penasehat KPK RI Budi Santoso menyebutkan bahwa sedikitnya ada 18 laporan dari Kota Probolinggo yang masuk ke KPK.

Menurutnya, tak semua laporan disertai bukti. Sehingga laporan itu tak semuanya ditelaah dan ditindaklanjuti.

"Dari 18 laporan yang masuk, ada 15 yang tidak disertai bukti. Sedangkan tiga laporan sedang ditelaah dan dikelompokkan. Laporan itu masuk dalam kurun waktu 2014-2018," katanya saat pembukaan roadshow KPK Jelajah Negeri Bangun Anti-korupsi di kantor wali kota Probolinggo, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: KPK: Banyak Laporan Dugaan Korupsi dari Probolinggo

Menanggapi hal itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyatakan, sangat menguntungkan Kota Probolinggo menjadi salah satu jujugan roadshow KPK.

Ia pun menanggapi informasi yang dibagikan oleh Budi Santoso bisa memicu pemerintahannya lebih baik lagi.

“Titik nol pemerintahan saya bersama wakil akan terus melakukan perbaikan. Per 1 Juli sudah peringkat ke 28, kami tetap berupaya di akhir tahun bisa lebih baik lagi. Tahun depan mudah-mudahan bisa lebih sempurna,” katanya.

Hadi yang dilantik sebagai wali kota periode 2019-2024 pada Januari bersyukur tidak ada laporan yang masuk ke KPK selama dirinya menjabat.

“Tahun 2019 alhamdulillah tidak ada sama sekali. Yang penting bersama membangun Kota Probolinggo, saling mengisi satu sama lain. Mari saling menjaga,” tukasnya.

Baca juga: Hoaks, Video Hujan Meteor Turun di Langit Probolinggo

Wali Kota sampai ketakutan serap anggaran

Ketua DPRD Kota Probolinggo Rudi Ghaffur menanggapi laporan yang masuk ke KPK tersebut. 

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh KPK bahwa ada laporan dari masyarakat, masyarakat boleh-boleh saja melaporkan ke KPK.

"Tadi KPK sudah menyampaikan bahwa akan bekerja secara profesional. Laporannya itu masih ditelaah dan dikaji, sampai dengan bisa dinyatakan oh ini yang patut untuk dilanjut dan tidak," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2019). 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X