Santri Korban Pencabulan Pimpinan Pesantren di Aceh Didampingi Psikolog

Kompas.com - 16/07/2019, 16:25 WIB
Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). KOMPAS.com/MASRIADIPuluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya menyebutkan tim psikolog terus mendampingi santri korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh pimpinan dan guru pesantren berinisial AI dan MY, di Kota Lhokseumawe.

Pendampingan itu diberikan sampai tim psikolog memastikan kondisi santri telah pulih.

“Itu sudah diinstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak untukmenanganinya. Saya udah instruksikan agar didampingi, sampai korban dipastikan oleh psikolog pulih traumanya dan lain sebagainya. Teknisnya psikolog lah yang mengerti,” kata Suaidi Yahya, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Dugaan Pencabulan 15 Santri Lhokseumawe, Izin Pendirian Pesantren Diperketat


Dia menyebutkan, tim Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendata seluruh santri yang perlu penanganan psikologis.

Sehingga, diharapkan santri tidak trauma lagi dan bisa menatap masa depan lebih baik.

“Tim terpadu sudah bekerja. Nanti akan diambil solusi terbaik dari inventarisir masalah yang ditemukan oleh tim ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.

Baca juga: Orangtua Santri: Kami Trauma, Bantu Anak Kami Pindah dari Pesantren Ini…

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X