Apakah Semburan Lumpur di Cilacap Sama Seperti Lumpur Lapindo?

Kompas.com - 16/07/2019, 15:25 WIB
Semburan lumpur dan gas di area persawahan Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/7/2019). Dokumentasi Tim Teknik Geologi UnsoedSemburan lumpur dan gas di area persawahan Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/7/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Fenomena semburan lumpur dan gas yang terjadi di Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berbeda dengan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua Tim Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Eko Bayu Purwasatriya mengatakan, fenomena semburan lumpur dan gas tidak berbahaya seperti semburan lumpur di Sidoarjo, beberapa tahun lalu.

"Semburan gas ini tidak berbahaya seperti semburan lumpur di Sidoarjo, karena tatanan geologi di Banyumas berbeda dengan Sidoarjo, dimana di Banyumas tidak terdapat gunung lumpur di bawah permukaan seperti di Sidoarjo," jelas Eko melalui keterangan tertulis, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Geger Semburan Lumpur dan Gas di Cilacap, Ini Penjelasan Geologi Unsoed


Eko mengatakan, untuk mengetahui jenis gas yang keluar, memerlukan uji coba lebih lanjut. Hal itu untuk memastikan apakah gas yang keluar merupakan gas biogenik (gas rawa) atau gas termogenik (gas bumi).

"Namun, rembesan gas yang terdekat dari lokasi ini, yaitu di Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, telah dilakukan uji isotop C13 dan hasilnya merupakan gas termogenik (gas bumi)," ujar Eko.

Baca juga: Dosen ITS Ini Siap Bantu Jokowi Tutup Semburan Lumpur Lapindo

Menurut Eko besar kemungkinan semburan gas di Cilacap juga merupakan gas bumi karena lokasinya hanya berjarak sekitar 10 km dari lokasi semburan di Banyumas serta membentuk kelurusan jalur dengan rembesan minyak dan gas bumi lainnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X